Malam Jumat, Ini Bacaan Doa untuk Berhubungan Suami Istri, Penyebab Bayi Selamat dari Bahaya Setan

“Jika pada suatu hari kamu menikah, maka hendaklah pertama kali yang harus ditegakkan bersama adalah taat kepada Allah

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
NET
Ilustrasi 

TRIBUNCIREBON.COM - Malam Jumat adalah malam yang penuh berkah. Karena itu seorang muslim diminta untuk mengisi malam itu dengan amalan yang penuh berkah.

Selain membaca Surat Al Kahfi dan Yasin, amalan lain yang juga memiliki pahala adalah membaca sholawat.

Sementara pihak ada yang menyebutkan bahwa malam Jumat itu sunnah Rasul, malam khusus untuk berhubungan suami istri.

Tentu itu tidak benar. Berhubungan suami istri bisa dilakukan pada malam apa saja. Tidak ada keterangan dari Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan malam Jumat sebagai malam untuk berhubungan suami istri.

Namun agar hubungan suami istri itu menjadi berkah, ada tata cara dan doa khusus untuk itu. Memang tata cara ini lebih dianjurkan untuk pasangan pengantin yang akan melalui malam pertama. Tapi tidak salah jika tata cara ini dilanjutkan di malam-malam selanjutnya.

Seperti dikutip dari muslimah.or.id,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika pada suatu hari kamu menikah, maka hendaklah pertama kali yang harus ditegakkan bersama adalah taat kepada Allah.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir VII:209/1-2 dari Salman dan dari Ibnu ‘Abbas).

Salah satunya adalah shalat sunnah dua raka’at di malam pertama pengantin baru
Bagaimanakah hukumnya?

Syaikh Al Albani mengatakan dianjurkan bagi keduanya (suami isteri) agar melaksanakan shalat dua raka’at bersama, karena hal ini pernah dinukil dari salaf. Terdapat dua atsar yaitu:

Pertama, Dari Abu Sa’aid mantan budak Abu Usaid, beliau mengatakan,

Aku menikah dalam keadaan aku masih seorang budak, maka aku mengundang di hari pernikahanku sejumlah para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diantaranya ada Ibnu Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah. Abu Sa’id berkata: para sahabat radhiyallahu ‘anhum memberitahukanku dan mereka berkata,

إذا أدخل عليك أهلك فصل عليك ركعتين ، ثم سل الله تعالى من خير ما دخل عليك ، وتعوذ به من شره ، ثم شأنك وشأن أهلك

“Jika kamu masuk menemui istrimu maka shalatlah dua raka’at, kemudian mohonlah kepada Allah kebaikan yang dimasukkan kepadamu, berlindunglah kepada Allah dari keburukannya, kemudian setelah itu terserah urusanmu dan istrimu.” (HR. Ibnu Abu Syuaibah dalam Al Mushannaf, 3/401. Dan ‘Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf, 6/191. Syaikh Al Albani rahimahullahu berkomentar sanadnya shahih hingga Abu Sa’id dan beliau tertutupi periwayatannya).

Kedua, dari Syaqiq ia menceritakan, ada seorang laki-laki mendatangi ‘Abdullah bin Mas’ud, namanya Abu Jarir, ia mengadukan, ‘Aku menikahi seorang gadis belia yang masih perawan, aku takut pada akhirnya ia akan membenciku.’ Kemudian ‘Abdullah memberi nasehat,

إن الإلف من الله ، والفرك من الشيطان ، يريد أن يكره إليكم ما أحل الله لكم ، فإذا أتتك فمرها أن تصلي وراءك ركعتين

“Sesungguhnya keharmonisan itu datangnya dari Allah dan benci itu datangnya dari setan. Setan ingin membuat kalian benci apa yang Allah halalkan bagi kalian. Karena itu, jika istrimu mendatangimu maka perintahkanlah ia agar shalat dua raka’at di belakangmu.” (Adab Az Zifaaf, hal 94-98).

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved