Partai Gelora Resmikan Kepengurusan 27 DPD di Jawa Barat, Mayoritas Pengurus Mantan PKS
dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan aplikasi digital untuk merekrut dan pendataan kadernya, tepatnya pada 16 Desember 2019.
Partai Gelora merupakan parta politik baru, yang merupakan akronim dari Partai Gelombang Rakyat.
Melansir dari Antaranews (10/09/2019), partai ini dibentuk Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang kini tak berpartai setelah bersengketa dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Partai ini ditargetkan akan ikut kontestasi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020.
Fahri Hamzah menyebut anggota yang tergabung dalam Partai Gelora merupakan orang potensial menjadi kepala daerah sehingga dirinya yakin akan menang dalam kontestasi nanti.
Kepada Antara, Fahri Hamzah menyebut jika Partai Gelora dibentuk karena adanya permintaan dari para Anggota Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang diinisiasinya bersama mantan Presiden PKS Anis Matta.
• Jelang Pilkada Makassar 2020, 2 Adik Menteri Pertanian Siap Maju Berebut Kursi
Selain dirinya dan Anis Matta, Fahri Hamzah menyampaikan terdapat beberapa anggota PKS yang ikut bergabung.
"Ya kalau anda lihat di Kaltim, Wakil Gubernur (Hadi Mulyadi), lalu di Jakarta juga kan banyak. Salah satu cagub berpotensi Tri Wisaksana," ujarnya.
Wawancara Khusus Anis Matta
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, partai pimpinannya tidak akan lagi memperdebatkan soal partai Islam atau soal partai Nasionalis.
Anis Matta memastikan Partai Gelora terbuka untuk seluru komponen bangsa.
Ia tak membantah, berdirinya Partai Gelora karena adanya konflik internal di Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Diutarakan Anis saat ditemui Tim Tribun Network di Hotel Park Regis Arion, Kemang, Jakarta Selatan.
Saat itu, Anis Matta tengah melaksanakan rapat bersama jajaran pimpinan Partai Gelora, yakni Wakil Ketua Umum Fachri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfudz Siddiq, dan sejumlah pimpinan partai.
"Konflik di internal PKS memicu lebih cepat lahirnya atau keputusan untuk melahirkan satu partai baru," ujar Anis Matta kepada Tribun Network, Senin (11/11/2019) petang.
Tapi, menurut Anis, ada yang lebih penting, yakni bagaimana membangun semangat integrasi ke-Indonesiaan. Ia merasa di tataran nasional ada krisis narasi dan krisis kepemimpinan.