Nama SOR di Watubelah Disbudparpora Cirebon Sarankan Tak Gunakan 2 Nama Tokoh Ini, Begini Alasannya

Kedua tokoh yang sering digunakan namanya di Kabupaten Cirebon adalah, Sunan Gunung Jati dan Pangeran Cakrabuana.

Nama SOR di Watubelah Disbudparpora Cirebon Sarankan Tak Gunakan 2 Nama Tokoh Ini, Begini Alasannya
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sarana Olahraga Watubelah 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sekretaris Dinas Kebudayaan Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Raden Chaidir Susilaningrat, menyebutkan, penamaan sarana olahraga (SOR) Watubelah disarankan tidak menggunakan dua nama tokoh ini.

Kedua tokoh yang sering digunakan namanya di Kabupaten Cirebon adalah Sunan Gunung Jati dan Pangeran Cakrabuana.

‎"Banyak ketidaktahuan sejarah, baik masyarakat atau pemerintah, lantas diberi nama kedua tersebut dan‎ seolah-olah tidak ada tokoh lagi," kata Chaidir di Kantor Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Senin (18/11/2019).

Di Cirebon, kata Chaidir, banyak tokoh, yang berpengaruh terhadap pembangunan peradaban, mulai Pangeran Kejaksan, Pangeran Panjunan, dan Pangeran Losari.

Chaidir mengatakan, upaya tersebut pun sebagai salah satu cara mengenalkan bahwa di Cirebon banyak tokoh yang berpengaruh, sehingga pantas dijadikan sebagai nama stadion.

‎"Tidak salah memberikan nama cakrabuana, tetapi kalau semua diberi nama itu sangat membingungkan. Padahal Pangeran Cakrabuana kan memiliki nama lain juga, salah satunya juga bisa," katanya.

Pembangunan SOR Watubelah di Jalan Fatahillah, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 228,4 miliar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, pembangunan stadion tersebut dicanangkan pada 2011, kemudian pertama dibangun pada 2012, dengan anggaran sebanyak Rp 19 miliar, namun terhenti pada 2013.

Pada 2014,‎ pelaksanaan tahap kedua kembali dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 33 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat, pembangunan tersebut yakni pengerjaan struktur tribun stadion.

Kemudian pada 2015‎, pembangunan sarana olahraga tersebut kembali dilanjutkan dengan pengerjaan Tribun bagian utara, selatan, barat, dan timur serta pembangunan lapangan, sebanyak Rp 20 milyar.

Pembangunan proyek SOR Watubelah
Pembangunan proyek SOR Watubelah (Tribun Jabar/Hakim Baihaki)

Di 2016, Provinsi Jawa Barat kembali menggelontorkan dana sebesar Rp 30 miliar dan Rp 50 miliar pada 2017, namun pada 2017 hingga 2019 pertengahan terhenti karena bersamaan dengan penyelenggaraan pilkada.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon, Sukma Nugraha, mengatakan, pada 2019, pembangunan stadion kembali dilanjutkan, dengan anggaran sebesar Rp 50 miliar dari APBD Provinsi dan Rp 30 miliar dari APBD kabupaten.

Pemkab Cirebon Masih Kumpulkan Usulan Nama untuk SOR Watubelah, Ada Usulan?

Pengerjaan SOR Watubelah Sudah Habiskan Rp 228,4 Miliar Tapi Belum Rampung, Ada Apa Ya?

Puluhan PKL Kelapa Bongkar Kiosnya Masing-masing Dampak Proyek Pembangunan Sport Center Watubelah

Pada 2019, kata Sukma, ada beberapa pengerjaan, yakni pengerjaan struktur, kolom bulat, tribun, pekerjaan lantai, plafon, saniter,pekerjaan kaca stop, pekerjaan menikal, dan elektrikal.

"Kami keterbatasan anggaran, 2020 tidak akan dilanjutkan kalau tidak ada anggaran," kata Sukma. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved