Sering Terjadi Kebakaran, Begini Upaya Pencegahan yang Dilakukan BPBD Majalengka

Sering Terjadi Kebakaran, Begini Upaya Pencegahan yang Dilakukan BPBD Majalengka.

Sering Terjadi Kebakaran, Begini Upaya Pencegahan yang Dilakukan BPBD Majalengka
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kepala BPBD Majalengka, Agus Permana 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka melakukan beberapa pencegahan terhadap kebakaran yang kerap terjadi.

Hal ini mengingat kerap terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di beberapa wilayah di Majalengka.

Kepala BPBD Majalengka, Agus Permana mengatakan pihaknya bersama pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) melalukan sosialiasi kepada masyarakat terkait bahayanya membakar lahan secara sembarangan.

Karhutla Padam, BPBD Majalengka Tutup Posko Tanggap Darurat di Taman Nasional Gunung Ciremai

Verrell Bramasta Ngaku Pernah Coba Bunuh Diri Lompat Dari Apartemennya Karena Diterpa Masalah Ini

Lokasi yang menjadi sasaran, yakni kawasan yang merupakan berbatasan dengan TNGC.

"Kita adakan penegakan-penegakan, sosialiasi kepada desa-desa, supaya masyarakat memahami hingga kedepannya bagaimana membangun sinergitas antara warga dengan pembangun kepentingan hutan," ujar Agus saat ditemui dikantornya, Jumat (18/10/2019).

Tujuannya, lanjut Agus, agar masyarakat dengan para pengurus kepentingan hutan sama-sama merasa memiliki dan menjaga kawasan hutan.

Sebab, menurutnya, hutan tak hanya menjadi paru-paru dunia melainkan merupakan area yang dapat menjaga kelestarian air.

"Tanpa hutan, air tidak ada. Kita telah merasakan di beberapa wilayah di Majalengka sudah kekurangan air. Sudah tidak ada sama sekali malah, sudah kering," ucap dia.

VIDEO Lucinta Luna Tendang Keras Wajah Seorang Pria di Depan Umum Hingga Terpental dan Menangis

25 Kali Karhutla di Majalengka, 44 Hektare Lahan Ludes Terbakar, Hingga Merugi Rp 103 Miliar

Selain sosialiasi, Agus menambahkan, pihaknya juga telah melakukan beberapa bantuan terhadap desa-desa yang dirasa sangat membutuhkan air.

Itu merupakan, pendekatan-pendekatan secara persuasif kepada masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga alam dan lingkungan.

"Itulah beberapa hal yang telah kami lakukan baik secara sendiri sebagai lembaga ataupun bersama stakeholder terkait terutama teman-teman perhutani TNGC untuk menjaga alam, membangun alam tanpa merusak dan tanpa membakar," kata Agus.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved