25 Kali Karhutla di Majalengka, 44 Hektare Lahan Ludes Terbakar, Hingga Merugi Rp 103 Miliar

Selama bulan September 2019, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Majalengka mencapai 44 hektare

25 Kali Karhutla di Majalengka, 44 Hektare Lahan Ludes Terbakar, Hingga Merugi Rp 103 Miliar
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Salah satu Karhutla di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Selama bulan September 2019, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Majalengka mencapai 44 hektare.

Menurut catatan yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Karhutla itu terjadi selama 25 kali di sejumlah desa di Majalengka.

Kepala BPBD Majalengka, Agus Permana mengatakan karhutla yang tercatat oleh timnya terhitung sejak 1 September 2019 hingga 20 September 2019.

Dia mengatakan, kejadian itu menghanguskan lahan sekitar 44 hektare dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 103 miliar.

"Kejadian di Bulan September terbilang banyak karena sejak 1 September sampai 20 September telah terjadi 25 kali kebakaran, malahan ada di satu desa terjadi tidak hanya sekali, belum tahu pasti faktor apa penyebab kejadian tersebut," ujar Agus, Senin (23/9/2019).

BPBD mencatat kebakaran terparah terjadi di Desa Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka yang terjadi pada tanggal 13 September 2019 dengan menghabiskan lahan sekitar 12,1 hektare.

Agus menyampaikan, kejadian tersebut berdampak pada kerugian yang diterima mencapai Rp 40 juta.

"Paling besar di Babakan Jawa di Gunung Martapada kemarin, kerugian mencapai Rp 39.931.000. Kejadian tersebut merusak vegetasi alam, seperti bambu, jati, mahoni, mangga, sendok Keling, sengoi, petai dan Alba," ucap dia.

Selain itu, Agus menyampaikan di Desa Pagaraji, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, termasuk kejadian kebakaran yang tergolong parah.

Kejadian tersebut menghanguskan luas lahan sekitar 6 hektare.

"Di desa Pagaraji juga pada tanggal 10, 12 dan 13 September terjadi kebakaran. Kerugian yang diterima dari kebakaran itu mencapai Rp 26.730.000 dengan merusak vegetasi bambu dan mahoni," kata Agus.

Menyikapi banyaknya peristiwa kebakaran di Kabupaten Majalengka, Agus mengimbau agar masyarakat selalu berhato-hati ketika melakukan aktivitas di sekitar hutan dan lahan.

Kebakaran Hutan di Kalimantan & Sumatera Hingga Banyak Asap,Ini Kata Direktur Operasi BIJB Kertajati

Kebakaran Hutan Ciremai Masih Belum Padam Capai 379 Hektar, Komunitas FKGC Sukarela Ikut Padamkan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Minta Warga Bersiaga Hadapi Kebakaran Hutan di Jabar

Sebab, dengan kondisi cuaca seperti sekarang ini, ditakutkan banyaknya ilalang yang mudah terbakar.

"Kalau sudah merembet ke wilayah lain, takutnya api sulit untuk dikendalikan. Kami pun meminta kepada masyarakat agar secepatnya melaporkan jika melihat dan mendengar kejadian kebakaran agar cepat segera ditangani," ujarnya. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved