Kisah Relawan Penjinak Api di Gunung Ciremai, Kekurangan Logistik hingga Didatangi Makhluk Astral

Namun, karena kelelahan, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dekat lokasi kebakaran. Kami istirahat dulu untuk kembali berjuang

Kisah Relawan Penjinak Api di Gunung Ciremai, Kekurangan Logistik hingga Didatangi Makhluk Astral
ISTIMEWA
Relawan penjinak api berjibaku memadamkan kobaran api di Gunung Ciremai. 

"Saya ingat, saat itu, beberapa jam kami mencoba memadamkan api, tapi api tidak juga padam. Kami justru kalah. Saya bahkan sempat terperosok ke jurang. Ada juga yang pingsan kelelahan," ujarnya.

Namun, mereka tak mau menyerah. "Namun, karena kelelahan, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dekat lokasi kebakaran. Kami istirahat dulu untuk kembali berjuang memadamkan api keesokan harinya," katanya.

FOTO Terbaru Sophia Latjuba Banjir Hujatan, Mantan Ariel Noah Dianggap Sengaja Pamerkan Belahan Dada

Marion Jola Sejak Kecil Sudah Digosipin Dikasih Rp 2.000 Bisa Dibawa ke Semak-semak

Berbagai pengalaman mistis, kata Dedi, juga sempat ia alami saat memadamkan kebakaran di Gunung Ciremai.

Pernah, malam hari, ia merasa disentuh oleh makhluk tak kasat mata. Tak hanya mengganggunya, makhluk gaib itu juga mengganggu rekan-rekannya dengan cara memukul tenda-tenda yang mereka pakai beristirahat.

"Setelah saya tahu ada makhluk yang mengganggu saya, saya coba berinteraksi. Makhluk juga bertanya kenapa kebakaran ini terjadi," ujar Dedi.

Dedi mengatakan, sejak kecil ia memang sudah memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan makhluk gaib. Kemampuan itu, ujarnya, adalah turunan.

"Dulu, buyut saya di sini (Desa Padaherang) adalah jawara. Desa saya juga merupakan desa tertua di Sindangwangi, makanya hal-hal tersebut sangat kental di sini. Nah, mungkin, saya memiliki keahlian ini karena dari buyut saya," ujarnya.

Jerinx SID Meradang, Anda di Mana Saat Bom Bali 1? Masih Menuduh Saya Membela Teroris?

Pusaka Wiralodra yang Hilang Dijual Ternyata Ada di Pameran, Disparbud Indramayu Mengaku Tak Tahu

Saat berinteraksi, kata Dedi, ia meminta makhluk itu untuk tak mengganggu. Ia jelaskan, keberadaan timnya di sana justru untuk memadamkan api.

Esok harinya, dengan keadaan api yang belum padam, Dedi berinisiatif menambah personel untuk membantu proses pemadaman. Ia meminta kepada anggota komunitasnya untuk segera membantu. "Sekitar 40 orang kemudian datang untuk membantu," kata Dedi.

Akhirnya, setelah lima hari berjibaku, kobaran api bisa dipadamkan. Kebakaran menghanguskan sekitar 227 hektare di Sektor Awilega, di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi.

Selain para relawan, pemadaman api juga dilakukan petugas gabungan dari BPBD Majalengka, Polri, TNI, dan lain-lain. "Tanpa bantuan semua elemen, upaya pemadaman api mungkin tak akan berhasil secepat ini," kata Dedi. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved