Sudah Terjadi Keenam Kali, Maling di Cimahi Bobol Rumah Hingga Gondol 2 Tabung Gas dan Mesin Pompa

Kali ini, rumah milik Dandan (54) yang terletak di Jalan Ciseupan, Kampung Ciseupan, RT 2/6, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan

Tribun Jabar/Syarif Pulloh
Aksi Pencurian dengan membobol pintu rumah di Cimahi 

Kondisi tempat penyimpanan benda-benda pusaka Kabupaten Indramayu yang sempit dan lebih mirip seperti gudang sangat rentan mengalami pencurian.

Juru Pelihara Benda Pusaka Indramayu, Dasuki saat prosesi pencucian benda pusaka di kediamannya di Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (27/9/2019).
Juru Pelihara Benda Pusaka Indramayu, Dasuki saat prosesi pencucian benda pusaka di kediamannya di Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (27/9/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Juru Pelihara Benda Pusaka Indramayu, Dasuki mengatakan, sekarang ini tempat penyimpanan benda pusaka itu terletak di Museum Pancaniti Indramayu.

Meski museum itu terletak di kawasan Pendopo Indramayu, namun jika menilai dari segi kelayakan bangunan, bukan tidak mungkin pencurian terhadap benda-benda pusaka Kabupaten Indramayu bisa terjadi.

"Karena memang tidak layak, makanya saya bilang seperti gudang sampah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di kediamannya di Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Minggu (29/9/2019).

Dirinya menjelaskan, benda-benda pusaka adalah benda yang tidak ternilai harganya.

Menurutnya, benda-benda pusaka tersebut jauh memiliki nilai harga yang jauh lebih tinggi ketimbang harga dari Pendopo Indramayu.

Juru Pelihara Benda Pusaka Indramayu, Dasuki saat prosesi pencucian benda pusaka di kediamannya di Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (27/9/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)
"Ini artepak loh, yang berbicara itu nilai historisnya. Yang disebut pusaka dalem Indramayu itu luar biasa, dengan pendopo masih mahalan benda pusaka," ujar dia.

Selain itu dirinya menyampaikan, jangan sampai seluruh benda-benda pusaka yang berjumlah 80 item yang sekarang sudah terkumpul justru tidak mendapat perawatan yang layak dari sisi penyimpanan.

Disampaikan dia, tidak mudah untuk menemukan dan mengumpulkan benda-benda pusaka tersebut.

"Jangan sampai sudah susah dikumpulkan tapi tidak bisa menempatkan," ucap Dasuki.

Oleh karenanya, ia juga mendesak pemerintah Kabupaten Indramayu untuk segera membangun tempat khusus untuk penempatan benda-benda pusaka tersebut dengan mengedepankan sisi kelayakan.

"Jadi jangan disimpan di tempat yang asal ada seperti itu, sama saja tidak menghargai," ujar Dasuki.

Tempat Penyimpanan Benda-benda Pusaka Indramayu Kurang Layak, Rentan Terjadi Pencurian

DOR, Polisi Tembak Pelaku Penganiayaan & Pencurian di Bandung, Korbannya Pegawai Pom dan Sopir Truk

MODUS Baru Pencurian Motor Terungkap, Pelaku Pakai Kunci Magnet untuk Bobol Penutup Kunci Motor

Diketahui, meski sudah hampir menjejaki usia 492 tahun. Namun, Kabupaten Indramayu belum memiliki museum memadai yang dapat menampung benda pusaka.

Selama ini, pusaka-pusaka itu hanya tersimpan dalam kesunyian di museum berukuran mini dan sempit, yakni Museum Pancaniti Indramayu. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved