Sudah Terjadi Keenam Kali, Maling di Cimahi Bobol Rumah Hingga Gondol 2 Tabung Gas dan Mesin Pompa
Kali ini, rumah milik Dandan (54) yang terletak di Jalan Ciseupan, Kampung Ciseupan, RT 2/6, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Aksi pencurian di Kota Cimahi kembali terjadi.
Kali ini, rumah milik Dandan (54) yang terletak di Jalan Ciseupan, Kampung Ciseupan, RT 2/6, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi disatroni maling, Minggu (30/9/2019).
Akibat kejadian tersebut, dua tabung gas berukuran 3 kg, mesin rumput, dan mesin pompa air digondol maling.
Siti Sarifatulhofsah (75), Ibu Dandan menjelaskan maling tersebut menjebol jendela dan pintu yang berada di samping rumah, lalu pencurian ini juga diduga terjadi pada siang hari.
"Kemungkinan maling masuk siang hari, dan masuk lewat jendela dan pintu samping rumah. Maling membawa dua tabung gas berukuran kecil, mesin rumput, dan mesin pompa air," ujar Siti kepada Tribun Jabar di rumahnya, Rabu (2/10/2019).
Selain menjebol jendela serta pintu rumah, maling pun menjebol pintu gudang.
Siti mengaku kejadian tersebut tidak hanya pertama kali, melainkan kejadian ini sudah keenam kalinya.
"Kejadian kemalingan ini sudah keenam kalinya, pertama kejadian televisi yang diambil," ungkapnya.
Sementara itu, adik Dandan, Nuzul (24) mengatakan kejadian tersebut membuat pihaknya melapor ke pihak aparatur wilayah.
"Belum lapor ke polisi, paling lapor ke RT doang," ujar Nuzul.

Nuzul menambahkan rumahnya yang dibobol maling itu memang dalam kondisi tak berpenghuni, dan hanya ditempati sebulan sekali.
"Jadi hanya ditempati sebulan sekali rumah ini mah," ujarnya.
Sementara itu, korban meminta kepada pihak terkait untuk memasang cctv di wilayah yang rawan dengan aksi pencurian, agar setiap kejadian dapat terpantau.
Tempat Penyimpanan Benda Pusaka Rentan Dicuri
Kondisi tempat penyimpanan benda-benda pusaka Kabupaten Indramayu yang sempit dan lebih mirip seperti gudang sangat rentan mengalami pencurian.

Juru Pelihara Benda Pusaka Indramayu, Dasuki mengatakan, sekarang ini tempat penyimpanan benda pusaka itu terletak di Museum Pancaniti Indramayu.
Meski museum itu terletak di kawasan Pendopo Indramayu, namun jika menilai dari segi kelayakan bangunan, bukan tidak mungkin pencurian terhadap benda-benda pusaka Kabupaten Indramayu bisa terjadi.
"Karena memang tidak layak, makanya saya bilang seperti gudang sampah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di kediamannya di Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Minggu (29/9/2019).
Dirinya menjelaskan, benda-benda pusaka adalah benda yang tidak ternilai harganya.
Menurutnya, benda-benda pusaka tersebut jauh memiliki nilai harga yang jauh lebih tinggi ketimbang harga dari Pendopo Indramayu.
Juru Pelihara Benda Pusaka Indramayu, Dasuki saat prosesi pencucian benda pusaka di kediamannya di Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (27/9/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)
"Ini artepak loh, yang berbicara itu nilai historisnya. Yang disebut pusaka dalem Indramayu itu luar biasa, dengan pendopo masih mahalan benda pusaka," ujar dia.
Selain itu dirinya menyampaikan, jangan sampai seluruh benda-benda pusaka yang berjumlah 80 item yang sekarang sudah terkumpul justru tidak mendapat perawatan yang layak dari sisi penyimpanan.
Disampaikan dia, tidak mudah untuk menemukan dan mengumpulkan benda-benda pusaka tersebut.
"Jangan sampai sudah susah dikumpulkan tapi tidak bisa menempatkan," ucap Dasuki.
Oleh karenanya, ia juga mendesak pemerintah Kabupaten Indramayu untuk segera membangun tempat khusus untuk penempatan benda-benda pusaka tersebut dengan mengedepankan sisi kelayakan.
"Jadi jangan disimpan di tempat yang asal ada seperti itu, sama saja tidak menghargai," ujar Dasuki.
• Tempat Penyimpanan Benda-benda Pusaka Indramayu Kurang Layak, Rentan Terjadi Pencurian
• DOR, Polisi Tembak Pelaku Penganiayaan & Pencurian di Bandung, Korbannya Pegawai Pom dan Sopir Truk
• MODUS Baru Pencurian Motor Terungkap, Pelaku Pakai Kunci Magnet untuk Bobol Penutup Kunci Motor
Diketahui, meski sudah hampir menjejaki usia 492 tahun. Namun, Kabupaten Indramayu belum memiliki museum memadai yang dapat menampung benda pusaka.
Selama ini, pusaka-pusaka itu hanya tersimpan dalam kesunyian di museum berukuran mini dan sempit, yakni Museum Pancaniti Indramayu. (*)