Abdul Latief Ciptakan Produk Kecantikan Dari Tanaman Mangrove di Rumah Berdikari, Begini Prosesnya
Abdul Latief Ciptakan Produk Kecantikan Dari Tanaman Mangrove di Rumah Berdikari, Begini Prosesnya
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Bagi sebagian orang hutan mangrove mungkin hanya dipandang sebagai destinasi wisata untuk melebur penat dari rutinitas sehari-hari.
Bagi sebagian lagi, ada juga yang menganggap hutan mangrove sebagai ekosistem penunjang bumi, baik sebagai paru-paru alam maupun penangkal abrasi.
Namun, berbeda jika dilihat dari sudut pandang pria asal Desa Pabean Udik Kecamatan/Kabupaten Indramayu ini. Bagi Abdul Latief, hutan mangrove adalah napas hidupnya.
Ia menceritakan, dari Mangrove lah dia bisa memberi kontribusi lebih khususnya kepada masyarakat sekitar.
Di sebuah workshop atau tempat biasa ia berkreasi di Rumah Berdikari Karangsong Indramayu, Abdul Latief menciptakan berbagai olahan produk dari tanaman mangrove, seperti kecap mangrove, dodol mangrove, sirup mangrove, dan masih banyak lagi.
Semua inovasi itu ia ciptakan atas dasar rasa ingin tahu tinggi terhadap manfaat yang bisa diserap dari ratusan jenis tanaman mangrove yang ada di Kabupaten Indramayu.
Abdul Latief menjelaskan, tanaman mangrove memiliki segudang manfaat.
Semua bagiannya memiliki khasiatnya masing-masing, terlebih jika dikelola dengan baik sehingga dapat memiliki harga jual yang tinggi.
Walau sudah berhasil menciptakan banyak produk olahan mangrove, Abdul Latief tidak ingin mengelolanya sendiri, inovasi-inovasi itu ia ciptakan untuk memberdayakan kepada masyarakat sekitar.
"Ada yang buat dodol karena sudah ahlinya, ada yang membuat kecap juga, jadi macam-macam. Nanti di Rumah Berdikari ini semua produk dikumpulkan," ujar Abdul Latief kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Rumah Berdikari Indramayu, Senin (30/9/2019).
Yang terbaru, Abdul Latief menciptakan sebuah sunscreen atau cream tabir surya.

Produk kosmetik kecantikan tersebut ia buat dari tanaman mangrove dengan nama latin Xylocarpus sp.
"Tanaman mangrove jenis ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik," ujar dia.
Abdul Latief menjelaskan, cara pengolahannya sangat sederhana.