Abdul Latief Ciptakan Produk Kecantikan Dari Tanaman Mangrove di Rumah Berdikari, Begini Prosesnya

Abdul Latief Ciptakan Produk Kecantikan Dari Tanaman Mangrove di Rumah Berdikari, Begini Prosesnya

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Abdul Latief saat membina mahasiswa study banding di Rumah Berdikari 

Sunscreen mangrove itu berhasil disempurnakan Abdul Latief dalam kurun waktu 4 bulan lamanya.

Adapun saat digunakan, sunscreen mangrove akan terasa dingin dan tidak lengket di kulit.

Lotion kecantikan mangrove ini dipercaya dapat melembabkan kulit lebih baik dari produk-produk kecantikan berbahan dasar kimia yang sekarang marak di pasaran.

Selain itu, lotion dari buah Xylocarpus sp juga diyakini dapat mengurangi efek samping iritasi pada kulit yang ditimbulkan oleh penggunaan cream tabir surya berbahan dasar kimia.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, disebutkan Abdul Latief, buah Xylocarpus sp memiliki kandungan Sun Protecting Factor (SPF) hingga 15-22.

Dirinya menjelaskan, kulit sangat memerlukan perlindungan terutama di daerah pesisir seperti Kabupaten Indramayu yang identik dengan cuaca panas.

Kulit tanpa tabir surya akan sangat mudah memerah dan terbakar sinar matahari hanya dalam hitungan waktu 10 menit saja. Istilah itu disebut dengan initial burning time.

Abdul Latief mencontohkan, misal nilai SPF yang terkandung dalam sunscreen adalah 15, berarti sunscreen tersebut dapat melindungi kulit selama 15 x 10 menit = 150 menit atau dengan kata lain dapat melindungi kulit selama 2 sampai 2,5 jam dari sengatan sinar ultraviolet.

Angka tersebut menunjukan, bahwa semakin tinggi kandungan SPF yang dikandung pada sebuah sunscreen maka akan semakin tinggi pula perlindungan kulit terhadap paparan sinar matahari.

"Salah satu yang tidak kalah penting, yaitu saat mengoleskan sunscreen mangrove pada kulit maka seketika kotor-kotoran yang sebelumnya menempel bisa dengan cepat terkelupas," ujar dia.

Rumah Berdikari

Sementara itu, dirinya menjelaskan, pembuatan sunscreen mangrove ini adalah buah pikirnya di Rumah Berdikari Indramayu.

Rumah Berdikari sendiri hadir berkat dukungan dari Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan lewat program CSR.

Pertamina RU IV Balongan mengagas Rumah Berdikari menjadi rumah dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kreatif di Kabupaten Indramayu.

Rumah Berdikari
Rumah Berdikari (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Rumah Berdikari ini sebagai bagian dari upaya Pertamina RU IV Balongan dalam mengembangkan masyarakat," ujar Abdul Latief.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved