Terduga Teroris yang Digerebek di Kontrakan Cimahi Ternyata Pernah Bekerja Jadi Tukang Bensin
Terduga teroris yang berinisial SP dan AR warga Cianjur yang sempat tinggal di sebuah kontrakan kos-kosan
"orangnya pun saya tidak kenal wajahnya. Yang saya tahu dia pasangan suami istri," ujar dia kepada Wartakota, Senin (23/9/2019).
Qurtubi menuturkan kedua terduga teroris pasangan suami itu baru tinggal di kontrakan itu sekitar satu bulan.
Sehingga, ia belum mendapatkan data lengkap terkait identitaa kedua terduga teroris.
"Ciri-cirinya saya kurang tahu, pokoknya masih pada muda. Istrinya pakai cadar," ucap dia.
Berdasarkan keterangan warga, kedua terduga teroris itu juga sangat tertutup dan tidak bersosialisasi dengan tetangga.
"Kata tetangga mereka engga pernah tegur sapa, paling keluar kalau solat sama jemur pakaian"
"Selebihnya di rumah aja sama pergi kemana gitu," kata dia.
Ia tak melihat proses penangkapan atau saat terduga dibawa aparat Densus 88.
Akan tetapi ia melihat sejumlah barang yang dibawa oleh Densus 88.
"Tadi saya lihat, ada yang dibawa berupa surat-surat lembaran Al-Quran"
"lembaran buku-buku saya enggak tahu tadi seperti apa. Kita enggak boleh masuk dari jauh aja," ungkap dia.
Terkait bahan peledak yang diamankan, Qurtubi tak mengetahui detailnya.
"Enggak terlihat barang bukti karena langsung dimasukkin dalam kotak. Saya juga lihat dari jauh saja," tandasnya
Karmen (33) tetangga terduga teroris menyebut, tak mengenal jelas sosok terduga teroris itu.
Pasalnya, kedua terduga teroris itu baru sekitar satu bulan tinggal di kontrakan tersebut.
Kedua pasangan suami istri itu juga sangat tertutup dan jarang komunikasi dengan warga.
"Terutup bangat orangnya, keluar kalau mau jemur baju aja sama solat. Kalau keluar juga engga pernah tegur gitu aja," ucap dia.
Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, terduga teroris yang ditangkap di Bekasi dan Jakarta merupakan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
"Iya betul, kelompok JAD Bekasi dan JAD lainnya. Saat ini sudah dilakukan preventif strike di beberapa lokasi guna mencegah serangan aksi teror," kata Dedi saat dikonfirmasi, Senin.
Dedi belum menjelaskan secara rinci lokasi penggerebekan jaringan teroris tersebut.
Dia hanya menyebut, Tim Densus 88 menemukan sejumlah bahan peledak berdaya ledak tinggi.
Baru Satu Bulan
Pihak Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri gerebek dan tangkap terduga teroris di sebuah kontrakan di Bekasi, Senin (23/9/2019).
Lokasi kontrakan terduga teroris itu berada di RT 02 RW 04, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Diketahui sosok terduga teroris di Tambun Utara, merupakan pasutri terduga teroris yang baru satu bulan tinggal di kontrakan.
Karmen (33) tetangga terduga teroris menyebut, penangkapan dilakukan, Senin (23/9/2019) sekitar pukul 06.00 WIB.
Ketika itu ia baru saja hendak pulang ke kontrakannya usai menjemput istrinya.
Tiba-tiba ada aparat kepolisian menghalaunya untuk tak masuk ke rumah kontrakannya.
"Dari pintu depan sudah ditutup garis polisi. Saya engga bisa masuk, ada penangkapan teroris"
"Engga tahunya itu tetangga saya yang ditangkap," jelas dia.
Adapun sosok terduga teroris itu, Karmen menyebut tak mengenalnya.
Pasalnya, terduga teroris itu baru saja tinggal di kontrakan sekitar satu bulan.
Kedua pasangan suami istri itu juga sangat tertutup dan jarang komunikasi dengan warga.
"Terutup bangat orangnya, keluar kalau mau jemur baju aja sama solat. Kalau keluar juga engga pernah tegur gitu aja," ucap dia.
Belum Lapor RT
Ketua RT setempat Qurtubi mengatakan kedua terduga teroris itu baru saja tinggal sekitar satu bulan.
Keduanya juga belum memberikan data diri, baik Kartu Keluarga (KK) maupun KTP.
"Karena baru tinggal jadi kata pemilik kontrakan data-data sudah dipinta tapi belum dikasih data-datanya. Jadi engga tahu identitasnya," ungkap dia.
Ia juga menuturkan proses penangkapan kedua terduga teroris itu sekitar pukul 06.00 WIB.
Ketika itu, ia baru saja sampai ke tempat kerja tiba-tiba dihubungi aparat kepolisian Binmaspol untuk datang ke lokasi karena ada proses penangkapan terduga teroris.
"Saya ditelpon sama Binmaspol, kemudian saya datang kesini dan ternyata sudah ditangkap"
"orangnya pun saya tidak kenal wajahnya. Yang saya tahu dia pasangan suami istri," ujar dia.
Untuk ciri-cirinya, Qurtubi juga tak kenal jelas. Akan tetapi keduanya masih muda.
"Saya baru ketemu satu kali, karena kan orang tertutup bangat. Pokoknya masih pada muda. Istrinya pakai cadar," ucap dia.
Berdasarkan keterangan warga, kedua terduga teroris itu juga sangat tertutup dan tidak bersosialisasi dengan tetangga.
"Kata tetangga mereka engga pernah tegur sapa, paling keluar kalau solat sama jemur pakaian"
"Selebihnya di rumah aja sama pergi kemana gitu," kata dia.
Ia tak melihat proses penangkapan atau saat terduga dibawa aparat Densus 88.
Akan tetapi ia melihat sejumlah barang yang dibawa oleh Densus 88.
"Tadi saya lihat, ada yang dibawa berupa surat-surat lembaran Al-Quran, lembaran buku-buku saya enggak tahu tadi seperti apa. Kita enggak boleh masuk dari jauh aja," ungkap dia.
Terkait bahan peledak yang diamankan, Qurtubi tak mengetahui detailnya.
"Enggak terlihat barang bukti karena langsung dimasukkin dalam kotak. Saya juga lihat dari jauh saja," tandasnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua terduga teroris itu berinisial AR (23) dan S (19).
Diketahui juga hari ini Tim Densus 88 melakukan sejumlah penggerebekan dan penangkapan di Bekasi.
Pertama, di wilayah RT 02 RW 04, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Kedua di Desa Tridaya Sakti 48, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Ketiga, di Jalan Aren Jaya 2 RT 007 RW 002 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Digelandang
TIM Densus 88 Mabes Polri menggerebek dan menangkap terduga teroris di sebuah rumah kontrakan, Senin (23/9/2019).
Tepatnya, di RT 02 RW 04, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Pantauan Wartakotalive, terpasang garis polisi berwarna kuning di jalan menuju masuk kontrakan.
Warga juga berkerumun melihat proses penggerebekan dan penangkapan terduga teroris itu.
Terlihat aparat kepolisian bersenjata lengkap berada di lokasi tersebut. Ada juga Tim Gegana Polri.
Proses penggerebekan dan penangkapan baru selesai sekitar pukul 11.50 WIB.
"Ada teroris, mas," ungkap Karmen, warga setempat, kepada awak media, Senin (23/9/2019).
"Tadi ada yang dibawa satu laki-laki dan satu perempuan tadi pagi jam 07.30," imbuhnya.
Ketika itu, ia seusai mengantarkan istrinya, tiba-tiba ia tidak bisa masuk ke kontrakannya karena ditutup garis polisi.
"Saya pas datang sudah ramai, sudah enggak boleh masuk," kata dia.
Ia melihat aparat kepolisian membawa sejumlah barang dan mengamankan kedua orang yang tinggal di rumah kontrakan itu.
"Lihat ada yang dibawa sama polisi itu, yang ditangkap suami istri," jelasnya.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara membenarkan adanya penggerebekan dan penangkapan terduga teroris.
"Iya betul (penggerebekan dan penangkapan terduga teroris)."
"Tapi detailnya tanya Mabes Polri ya," ujar Candra saat dikonfirmasi, Senin (23/9/2019).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Tim Densus 88 melakukan sejumlah penggerebekan dan penangkapan di Bekasi.
Pertama di wilayah RT 02 RW 04, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Kedua, di Desa Tridaya Sakti 48, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Ketiga, di Jalan Aren Jaya 2 RT 07 RW 02 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. (*)