Terduga Teroris yang Digerebek di Kontrakan Cimahi Ternyata Pernah Bekerja Jadi Tukang Bensin
Terduga teroris yang berinisial SP dan AR warga Cianjur yang sempat tinggal di sebuah kontrakan kos-kosan
Hingga pukul 20.46 WIB terlihat kerumunan warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Sementara itu, informasi yang didapat dari seorang pengurus kontrakan Deden Mutaqin (37), mengaku pihaknya terkejut seusai salat Isya di depan kontrakan sudah banyak anggota dari Densus 88.
"Baru beres salat Isya di dalam (kontrakan) banyak polisi dan di depan ada polisi," ujar Deden di lokasi.
Deden mengaku pihaknya mendapatkan laporan sementara itu, bahwa petugas polisi tengah berada di dalam kontrakan sedang menggeledah yang diduga sebagai tempat tinggal teroris dan pihaknya kurang mengetahui sosok tersangka tersebut yang kurang bersosialisasi.
"Kecil orangnya sekitar 160 cm, putih kulitnya, rambutnya kepinggir, kurang bersosialisasi sama tetangga, kalau ketemu suka menunduk," ujarnya.
Sosok pria tersebut menurut Deden jika keluar kontrakan tak memakai kendaraan serta jika keluar sering membawa ransel warna hitam dan memakai kaos.
"Sering pakai tas warna hitam ransel, kalau keluar jarang bawa motor," ungkapnya.
Deden sebagai pengurus kontrakan biasanya membuka dan mengunci pintu kontrakan dari pukul 00.00 WIB sampai pukup 04.00 WIB Subuh.
Teroris di Bekasi
Tim Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan terduga teroris di Bekasi, Senin (23/9/2019).
Diketahui, Densus 88 gerebek lima lokasi di Bekasi.
Informasi yang dihimpun, lima lokasi di Bekasi digerebek Densus 88 diantaranya:
1. Jalan Nirwana II, RT 2 RW 04, Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
2. Jalan Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
3. Jalan Desa Tridaya Sakti 48, Tridaya Sakti, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.