Terduga Teroris yang Digerebek di Kontrakan Cimahi Ternyata Pernah Bekerja Jadi Tukang Bensin
Terduga teroris yang berinisial SP dan AR warga Cianjur yang sempat tinggal di sebuah kontrakan kos-kosan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Terduga teroris yang berinisial SP dan AR warga Cianjur yang sempat tinggal di sebuah kontrakan kos-kosan di Jalan Padat Karya, Kampung Ranca Cangkuang, RT2/1, Kelurahan Cibeber, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, digeledah Densus 88 anti teror Mabes Polri yang turut dilibatkan Polda Jabar dan Polres Cimahi.
Lokasinya bersampingan dengan rest area tol Purbaleunyi KM 125.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pelaku terduga teroris tersebut sempat bekerja di rest area 125.
"kalau di sini sudah lama. Ini tempat kosan, yang bersangkutan juga sempat bekerja di wilayah rest area 125," ujarnya.
Trunoyudo menjelaskan tersangka terduga teroris itu menempati kamar di lantai dua yang dijadikan tempat pembuatan bahan peledak.
"Di salah satu kamar yang ada di alamat ini, di lantai dua," ujarnya.
Kedua terduga teroris tersebut merupakan jaringan JAD yang rencananya akan melakukan amaliyah di beberapa kantor Polisi dan kantor TNI.
"Rencananya amaliyahnya di beberapa kantor Polisi termasuk Densus sendiri dan kantor TNI. Mereka dari jaringan JAD yang wilayahnya dari jakarta sampai dengan Bandung, Jawa Barat," ujarnya.
Trunoyudo menambahkan pihaknya sudah mempunyai pengamanan sesuai SOP di tempat kantor mako, asrama serta objek vital lainnya.
"Kami sudah ada SOP untuk kantor, Mako punya SOP. Ada tidaknya ancaman kami punya SOP bagaimana pengamanan mako dan asrama dan objek vital dan masyarakat berdayakan dengan seluruh stake holder," jelasnya.
Garis polisi terpasang di sebuah kontrakan yang berlokasi di Jalan Padat Karya, Kampung Ranca Cangkuang, RT 2/1, Kelurahan Cibeber, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (25/9/2019).
Di lokasi, nampak bentangan garis polisi dengan panjang kurang lebih 10 meter terpasang tepat di pagar kontrakan yang bercat putih-biru.
Terlihat puluhan petugas berseragam dengan senjata tajam lengkap siap siaga di depan kontrakan tersebut.
Nampak di depan pintu terlihat empat petugas kepolisian berjaga serta di dalam juga ada beberapa yang hilir mudik keluar masuk.