Breaking News:

TERUNGKAP, BJ Habibie Ternyata Pernah Menangis Saat Datang ke PTDI Karena Ini

Mendoakan dan mengenang almarhum BJ Habibie, ribuan karyawan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menggelar salat gaib

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
KOMPAS/ALIF ICHWAN
Bacharuddin Jusuf Habibie. 

Ia menyebutkan BJ Habibie meninggal karena telah berusia tua.

Selain itu karena sejumlah oragn tubuhnya yang mengalami degenerasi, satu di antaranya organ jantung.

Sebelumnya, Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof dr Azis Rani dalam keterangan resminya menyebutkan BJ Habibie masuk RSPAD sejak 1 September 2019, dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Senin (9/9/2019).

Habibe ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

"Dalam perawatan diperlukan pengobatan yang komprehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi," ujar dr. Azis Rani.

Berikut ini riwayat kesehatan dari Habibie sejak tahun 2014:

20 Oktober 2014, Habibie dirawat di RS Borromeus Bandung karena kelelahan
25 Oktober 2014, Habibie dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena kelelahan
22 Agustus 2015 Habibie dirawat di rumah dan mendapatkan perawatan
4 Maret 2016 Habibie dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena demam dan infeksi bakteri
Maret 2018 Habibie dirawat di rumah sakit di Kota Munchen, Jerman
Agustus 2018 Habibie dirawat di RSPAD karena kelelahan
1 September - 11 September 2019 Habibie di RSPAD Gatot Soebroto
Presiden ke-3 RI Bacharudin Jusuf Habibie (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)
Keinginan Terakhir BJ Habibie

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengungkapkan keinginan terakhir Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie sebelum meninggal dunia.

Dikutip TribunWow.com dari tvOne Live, Rusli Habibie menuturkan BJ Habibie membicarakan mengenai pesawat R80 yang sedang dirancangnya.

"Pak Habibie terakhir pembicaraan masalah itu hanya mengenai masalah pesawat R80," ujar Rusli yang juga keponakan BJ Habibie ini.

Ia menuturkan, BJ Habibie hingga menghabiskan waktu 2 jam untuk membicarakannya.

"Sampai 2 jam Beliau menjelasakan niatnya ke saya ingin membuat pesawat."

Disebutkannya, BJ Habibie juga menuturkan sedih akan kondisi PT Industri Pesawat Terbang dahulu.

"Dan Beliau sangat sedih dengan kondisi IPT dulu dan Beliau menguraikan ke saya. Beliau berusaha untuk pesawat R80 ini untuk terwujud untuk diberikan kepada putra-putri Indonesia," paparnya.

"Karena menurut beliau Indonesia sangat butuh pesawat yang kecil itu untuk menyambungkan pulau-pulau kecil," pungkasnya.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (11/9/2019), R80 merupakan pesawat kecil mampu mengangkut 80-90 penumpang.

R80 memiliki kecepatan maksimal 611 kilometer per jam dan kecepatan ekonomis 537 kilometer per jam.

Sekali melesat, pesawat ini juga mampu menjangkau 1.480 kilometer.

Jika sesuai rencana, R80 akan mengudara pada 2025 dan bersamanya, harapan Habibie akan kejayaan industri dirgantara Indonesia akan mengudara. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved