Breaking News:

3 Paskibra Berjibaku Menyelamatkan Bendera Merah Putih yang Lepas dari Tali Saat Harlah Pancasila

Emil menganggap upacara tersebut sudah sesuai prosedur operasional karena sampai upacara selesai, bendera tersebut tetap dalam posisi berkibar

Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Sate sempat diwarnai insiden lepasnya bendera Merah Putih dari tali tiang sesaat setelah sampai di puncak tiang, Sabtu (1/6/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG -  Bendera Merah Putih yang dikibarkan pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Halaman Depan Gedung Sate Bandung, Sabtu (1/6), sempat meluncur kembali ke bawah.

Insiden tersebut terjadi setelah ketiga anggota Paskibra selesai menaikkan Bendera Merah Putih sampai ke puncak tiang bendera. Beberapa saat kemudian, bendera terjatuh dari tali tiang bendera ke arah para anggota Paskibra.

Tidak sampai jatuh mengenai tanah, tiga anggota Paskibra berhasil menyelamatkan bendera tersebut. Bendera tersebut meluncur kembali ke bawah karena pengait bendera ke tali bendera yang patah. Setelah diperbaiki, bendera kembali naik dan berkibar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menganggap upacara tetap berjalan lancar karena pada akhirnya bendera tetap dapat berkibar. Gubernur yang akrab disapa Emil ini meminta agar insiden tersebut tidak dibesar-besarkan.

"Saya kira secara teknislah, jangan terlalu dibesar-besarkan. Kasihan Paskibrakanya. Saya juga Paskibra dulu, itu nyantolnya itu harusnya masuk, dikunci lagi. Tapi mungkin karena satu dan lain hal, puasa, naonlah dan sebagainya. Tapi tidak boleh terjadi seharusnya," kata Emil seusai upacara tersebut.

Info Arus Mudik di Nagreg Pagi Ini, Volume Kendaraan Meningkat, Polisi Alihkan Arus ke Kadungora

Pemudik Diminta Waspada, Awal Juni Potensi Bencana Intai Jawa Barat bagian Barat dan Daerah Lainnya

Emil menganggap upacara tersebut sudah sesuai prosedur operasional karena sampai upacara selesai, bendera tersebut tetap dalam posisi berkibar.

Dalam kesempatan tersebut Emil mengatakan tantangan bangsa Indonesia hari ini adalah menegakkan Sila Ketiga dari Pancasila, yakni tentang persatuan Indonesia.

"Melihat ke-Indonesiaan kita banyak tekanan, baik oleh perbedaan yang sebenernya dari dulu juga perbedaan itulah yang melahirkan ke-Indonesiaan, perbedaan asal-usul masyarakat tradisionalnya, bahasanya, lain-lain," ujarnya.

Nekat Buka di Bulan Puasa, Karaoke La Braga Langsung Disegel Satpol PP dan Polisi

Emil mengatakan perbedaan ini hanya bisa disatukan oleh kesepakatan bernama Pancasila. Jadi kalau ke-Pancasilaan ini goyah, tidak akan ada Indonesia dan sebaliknya.

"Maka istilahnya tadi sederhana, kita Indonesia, kita Pancasila. Kalau tidak ada Indonesia ya tidak ada Pancasila, dan sebaliknya," ujarnya.

Emil berpesan jangan melihat Pancasila ini sebagai hal yang sesuatu yang otomatis, tapi harus memandangnya sebagai barang mahal yang harus dijaga kalau bangsa Indonesia tetap damai sampai selamanya.

"Tapi kalau tidak kita pelihara, seperti sebuah rumah. Maka rumah itu lama-lama akan lapuk dan hancur. Pancasila harus kita jaga supaya tetap relevan. Mudah-mudahan perbedaan urusan Pilpres, perbedaan urusan keyakinan agama, perbedaan urusan etnisitas, mudah-mudahan saya doakan tidak mengemuka lagi di masa mendatang," katanya. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved