Minggu, 31 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

El Nino Diprediksi Melanda Majalengka Mulai Juni Hingga Agustus 2026, Ini Imbauan Dari BPBD

BPBD Majalengka mulai mengantisipasi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai Juni hingga Agustus 2026

Tayang:
Tribuncirebon.com/Adhim Mugni
EL NINO DI MAJALENGKA - Kepala BPBD Majalengka, Agus Tamim usai apel siaga bencana di Polres Majalengka, Rabu (5/11/2025). Agus bicara soal fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai Juni hingga Agustus 2026. 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Majalengka mulai mengantisipasi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai Juni hingga Agustus 2026
  • Kepala BPBD Majalengka, Agus Tamim mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG dan koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung selama enam bulan

 

Laporan Adim Mubaroq 


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka mulai mengantisipasi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai Juni hingga Agustus 2026.


Kepala BPBD Majalengka, Agus Tamim mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG dan koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung selama enam bulan.


“Informasi dari BMKG, kondisi ekstrem ini diperkirakan mulai Juni, Juli, Agustus. Bahkan disebut bisa berlangsung sampai enam bulan,” kata Agus saat dihubungi, Minggu (24/5/2026).


Menurutnya, ancaman utama yang perlu diwaspadai di Majalengka adalah kekeringan air bersih dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Baca juga: Perayaan Persib Hattrick Juara, Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Bandung Jadi Lautan Biru


Ia menjelaskan, wilayah rawan kebakaran hutan berada di kawasan kaki. Namun ancaman kebakaran juga mengintai sejumlah daerah lain yang memiliki lahan ilalang dan kebun kering saat musim kemarau.


“Kalau kebakaran hutan memang banyak di kaki Gunung Ciremai. Tapi daerah lain juga rawan karena banyak ilalang dan lahan kering,” katanya.


Selain itu, BPBD juga memprediksi sekitar 30 desa di Kabupaten Majalengka berpotensi mengalami kekeringan yang berdampak pada kebutuhan air minum warga.


“Diprediksi ada sekitar 30 desa yang terancam kekeringan. Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kita harus siap,” ucapnya.


Sebagai langkah antisipasi, BPBD Majalengka telah berkoordinasi dengan serta pemerintah provinsi untuk menyiapkan bantuan distribusi air bersih.


Agus mengakui, keterbatasan armada tanki air menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pihaknya sudah mengusulkan bantuan pinjam tanki air ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas arahan Bupati Majalengka.


“Kita sudah kirim surat usulan beberapa hari lalu. Karena armada tanki air kita terbatas,” ujarnya.


BPBD juga berharap dukungan dari perusahaan melalui program CSR untuk membantu kebutuhan air bersih masyarakat apabila kekeringan benar-benar terjadi.

Agus meminta masyarakat tidak panik menghadapi potensi kemarau panjang. 


Ia memastikan pemerintah akan hadir membantu warga terdampak. BPBD Majalengka sendiri mengaku sudah memetakan wilayah-wilayah rawan kekeringan berdasarkan pengalaman dua hingga tiga tahun terakhir, termasuk skema distribusi bantuan air bersih ke desa-desa terdampak.


“Masyarakat jangan panik. Pemerintah insyaallah hadir untuk membantu kebutuhan warga jika kekeringan terjadi,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved