Minggu, 31 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kampung Silat di Majalengka

Kampung Silat Majalengka, Erick Thohir: Bisa Tiru Sukses Muay Thai Thailand

Kampung silat yang ada di Majalengka bisa sukses seperti muay thai di Thailand.

Tayang:
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Adhim Mugni Mubaroq
KAMPUNG SILAT - Kampung Silat yang berada di Desa Nagarakembang, Kecamatan Cingambul, Majalengka. 

Laporan Kontributor Majalengka Adim Mubaroq 

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA -  Kampung silat di Kabupaten Majalengka mendapat perhatian khusus dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir

Erick yang juga keturunan Majalengka ini mengatakan, kawasan yang menjadi pusat pelestarian pencak silat tradisional di Kecamatan Cingambul itu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, seperti halnya Muay Thai di Thailand.

Hal tersebut disampaikan Erick saat berbicara mengenai pentingnya pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga dan memanfaatkan kekayaan budaya daerah.

Ia mencontohkan keberadaan Kampung Silat di Desa Nagarakembang yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pencak silat tradisional di Majalengka.

"Saya ada beberapa studi. Contoh pencak silat. Itu ada kampung silat di Majalengka, Cingambul dan Nagarakembang," kata Erick beberapa waktu lalu saat berbincang di kantornya di Jakarta, Mei 2026. 

Menurut Erick, potensi tersebut seharusnya dapat dikembangkan lebih serius melalui kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, maupun sektor swasta. Salah satunya dengan membangun fasilitas latihan yang memadai dan menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pembelajaran pencak silat.

"Kenapa tidak dibuat oleh pemerintah daerah atau private sector, dibangunkan perguruan silat dan tempat latihannya yang bagus. Orang bisa belajar silat. Itu ekonomi," ujarnya.

Erick kemudian membandingkan peluang tersebut dengan keberhasilan Thailand mengembangkan Muay Thai sebagai identitas budaya sekaligus industri olahraga yang mendatangkan manfaat ekonomi besar bagi masyarakat.

Menurutnya, ribuan perguruan Muay Thai yang tersebar di Thailand mampu menarik wisatawan dan peserta latihan dari berbagai negara untuk datang, belajar, hingga tinggal dalam jangka waktu tertentu.

"Di Thailand, Muay Thai itu ada 5.000 perguruan. Ekonomi masyarakatnya hidup. Orang dari luar daerah atau luar negeri datang untuk belajar," katanya.

Konsep serupa, lanjut Erick, dapat diterapkan di Majalengka karena Kampung Silat tidak hanya memiliki aktivitas latihan pencak silat, tetapi juga didukung sejarah panjang, budaya yang masih terjaga, serta komunitas yang aktif melakukan regenerasi.

"Di situ ada sejarahnya, ada realitasnya, ada ekonominya," tegasnya.

Keberadaan Kampung Silat sendiri berpusat di Desa Nagarakembang, Kecamatan Cingambul. Kawasan ini tumbuh dari aktivitas Padepokan Pencak Silat Fajar Kencana Kumpay Kuning Putra (FKKKP) yang telah berdiri lebih dari 54 tahun dan menjadi salah satu perguruan silat tertua di Majalengka.

Di kampung tersebut, pencak silat tidak hanya diajarkan di padepokan, tetapi juga diperkenalkan kepada generasi muda melalui sekolah-sekolah dan latihan rutin masyarakat.

Bahkan, dari lingkungan desa itu lahir atlet-atlet yang berhasil meraih prestasi tingkat nasional hingga internasional.

Baca juga: Mengenal Kampung Silat di Majalengka, Sudah Bertahan 54 Tahun, Lahirkan Juara Hingga Internasional

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved