Minggu, 31 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kampung Silat di Majalengka

Kampung Silat Majalengka Punya Prestasi Internasional, Tapi Belum Dialiri Listrik Negara

Hingga kini, kampung silat yang berusia lebih dari lima dekade belum teraliri listrik.

Tayang:
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Adhim Mugni Mubaroq
BERLATIH SILAT - Padepokan Pencak Silat Fajar Kencana Kumpay Kuning Putra (FKKKP) di Desa Nagarakembang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka. 

Laporan Kontributor Majalengka Adim Mubaroq 

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di balik prestasi dan eksistensinya sebagai pusat pelestarian pencak silat tradisional, Padepokan Pencak Silat Fajar Kencana Kumpay Kuning Putra (FKKKP) di Desa Nagarakembang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, ternyata masih menghadapi persoalan mendasar: belum tersambung jaringan listrik PLN.

Padepokan yang telah berdiri selama 54 tahun itu selama ini mengandalkan energi alternatif berupa tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

Pembina sekaligus Guru Utama FKKKP, Yusnil Azidda, mengatakan hingga saat ini aktivitas di padepokan masih ditopang oleh panel surya yang dipasang secara mandiri.

"Betul, sampai sekarang masih menggunakan listrik tenaga surya. Tahun kemarin sempat menggunakan tenaga angin juga, cuma tiangnya sudah roboh," kata Yusnil saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026). 

Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan bukan semata pilihan, melainkan karena lokasi padepokan belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Bahkan, kata dia, aliran listrik dari PLN saat ini baru tersedia di wilayah bawah desa dan sebagian besar dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

"Memang belum ada aliran listrik ke padepokan. Kalau listrik PLN baru ada sampai bawah saja, itu pun dibangun oleh warga sendiri," ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan infrastruktur, aktivitas pelatihan pencak silat tetap berjalan.

Anak-anak hingga remaja rutin berlatih di kawasan yang kini dikenal sebagai Kampung Silat tersebut.

Yusnil mengungkapkan ke depan pihaknya ingin mengembangkan sistem energi mandiri dengan memanfaatkan tiga sumber energi sekaligus, yakni tenaga air, angin, dan matahari.

"Rencana ke depan untuk penerangan memang akan menggunakan energi air, angin, dan matahari," katanya.

Yusnil berharap kepada PLN berupa fasilitas dasar berupa jaringan listrik bisa terselesaikan.

Sebab, keberadaan Kampung Silat menjadi pusat pelestarian budaya, serta agar kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Baca juga: Mengenal Kampung Silat di Majalengka, Sudah Bertahan 54 Tahun, Lahirkan Juara Hingga Internasional

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved