Rabu, 22 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Hujan Es di Kuningan

Hujan Es Melanda Maleber Kuningan, Camat : Baru Pertama Kali Terjadi

Diding Wahyudin mengungkapkan hujan es di Maleber baru terjadi pada kali ini.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Istimewa
HUJAN ES - Butiran es yang turun saat terjadi hujan es di Kecamatan Maleber, Kuningan, Kamis (5/3/2026). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Hujan Es batu terjadi di Kecamatan Maleber, Kuningan, Kamis (5/3/2026) sore.

Kejadian ini sontak mencuri perhatian masyarakat di Kuningan.

"Untuk hujan es batu terjadi di Desa Ciporang, dan berdurasi sekitar 15 menit," kata Camat Maleber Diding Wahyudin saat dikonfirmasi Tribun, Kamis (5/3/2026). 

Hujan es batu terjadi di Maleber, Diding Wahyudin mengaku kejadian ini fenomena baru di wilayah tersebut.

"Ya, untuk hujan es batu ini adalah fenomena baru di daerah kami. Namun, saat hujan berlangsung tadi tidak ada kerusakan atau dampak lain," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana membenarkan kejadian hujan es batu di wilayah Kecamatan Maleber.

"Benar ada hujan es batu, namun ini hal biasa terjadi akibat pergantian cuaca. Seperti sebelumnya beberapa hari lalu terjadi hujan disertai angin," kata Ibe sapaan akrab Kepala pelaksanaan BPBD Kuningan

Ibe menyatakan bahwa menurut teori BMKG, hujan es disebabkan oleh awan Cumulonimbus  yang menjulang tinggi, di mana butiran air naik, membeku, dan membesar karena arus udara kuat berulang kali. 

"Butiran es tersebut akhirnya jatuh ke permukaan sebelum mencair karena aliran udara turun (downdraft) yang kuat, disertai dengan hujan lebat, kilat, dan angin kencang. Fenomena ini umumnya terjadi pada periode transisi musim," ujarnya.

Proses terjadinya hujan es berdasarkan keterangan BMKG mengemuka bahwa telah pembentukan Awan Cumulonimbus dan Suhu udara yang panas dan lembap naik dengan cepat, mendorong pembentukan awan Cumulonimbus yang menjulang tinggi.

"Terus mengenai tanda-tanda itu didahului oleh udara terasa panas dan gerah pada siang hari, lalu muncul awan putih bertumpuk-tumpuk yang berubah menjadi awan hitam, serta angin kencang mendadak," katanya.

Kemudian hujan es skala lokal ini hanya berlangsung beberapa menit, dan biasanya disertai hujan lebat, kilat, serta angin kencang.

Baca juga: Cirebon, Majalengka dan Kuningan Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Kamis 5 Maret

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved