Penyakit Super Flu Jadi Perbincangan, Pejabat Dinas Kesehatan Kuningan Angkat Bicara
Pejabat Dinas Kesehatan Kuningan mengimbau warga mewaspadai penyebaran super flu tapi harus tetap tenang.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat tetap tenang terkait super flu.
- Namun masyrakat juga harus meningkatkan kewaspadaan.
- Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Denny Mustafa.
Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Sebaran penyakit super flu menjadi perbincangkan di berbagai media sosial berbagai platform digital.
Hal itu mendapat perhatian pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan hingga meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
"Super flu istilah populer untuk varian virus influenza A (H3N2) subclade K yang lebih menular dan menyebabkan gejala lebih berat dari flu musiman biasa, seperti demam tinggi, batuk, pilek, sakit kepala, dan kelelahan ekstrem, serta risiko komplikasi lebih tinggi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Denny Mustafa kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya Dinas Keanehan di Jalan Aruji, Selasa (20/1/2026).
Denny mengungkap secara global memang terjadi peningkatan kasus influenza.
Namun hingga kini, pemerintah pusat belum menetapkan kondisi tersebut sebagai situasi khusus atau kejadian luar biasa.
“Super flu ini hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan PCR yang sangat canggih, yaitu genome sequencing, bukan PCR biasa dan di Jawa Barat, fasilitas yang dapat melakukan pemeriksaan berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin,” ujar dr Denny.
Berdasarkan data nasional terdapat 62 kasus yang terdeteksi di Indonesia, dengan 10 kasus di antaranya ditemukan di Jawa Barat.
"Seluruh kasus tersebut teridentifikasi melalui pemeriksaan genome sequencing di pusat-pusat laboratorium rujukan. Kementerian Kesehatan RI hingga saat ini masih menilai peningkatan tersebut sebagai influenza musiman yang dipengaruhi oleh faktor cuaca," katanya.
Diketahui bahwa pemerintah pusat masih menganggap peningkatan ini sebagai flu musiman.
"Selain itu, daya tahan tubuh masyarakat dinilai masih cukup baik, setelah vaksin Covid-19 maupun vaksin influenza mandiri. Namun untuk ketahanan tubuh secara pola makan dan hidup harus terjaga," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah memberikan peringatan kepada seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL).
"Untuk layanan mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga klinik, untuk meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan setiap temuan kasus yang mencurigakan," katanya.
Baca juga: Bupati Kenalkan Wisata Alam Lawang Angin di Kuningan Selatan, Sensasi di Negeri di Atas Awan
| Jadwal SIM Keliling Kuningan Hari Ini 7 April 2026: Serbu 6 Titik Sekaligus, Ini Lokasinya |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling Kuningan Besok 7 April 2026: Serbu 6 Titik Sekaligus, Lokasi Ini Salah Satunya |
|
|---|
| Tiga Calon Ketua DPC PKB Kuningan, Kini Ada Skema Baru Dalam Pemilihan Ketua |
|
|---|
| Warga Kuningan Datangi Gedung Sate, Minta Gubernur Tertibkan Dugaan Tambang Ilegal di Luragung |
|
|---|
| Hasil Muscab PKB Kuningan, Ada Kejutan di Nama Calon Pengurus Periode 2026-2031 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Kabid-P2P-Kuningan-dr-Denny-Mustafa.jpg)