Objek Wisata di TNGC Bakal Ditutup
Objek Wisata di Lahan TNGC Terancam Ditutup, Pengusaha Wisata Kuningan Dukung Langkah KDM
Gugun mendukung langkah KDM yang ingin lahan TNGC tak dijadikan tempat wisata.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Ringkasan Berita:
- Objek wisata yang ada di lahan TNGC terancam ditutup.
- Ini setelah instruksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kepada Sekda Jabar.
- Hal ini disambut baik oleh seorang pengusaha wisata di Palutungan, Kuningan.
Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ancaman penutupan wisata alam di lahan TNGC ( Taman Nasional Gunung Ciremai ) diutarakan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Hal ini mendapat dukungan dari Gugun Rudi Guntara yang juga pengusaha wisata alam di Kampung Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.
"Kami sebagai pelaku usaha jasa wisata, tentu mendukung kebijakan KDM. Dukungan ini, bukan menyangkut dengan masalah persaingan bisnis, melainkan demi menjaga kelestarian hutan alam lereng Gunung Ciremai," kata Gugun saat berbincang dengan Tribun, Selasa (13/1/2026).
Melihat komposisi bisnis di lahan TNGC, kata Gugun, selama ini belum dapat memberikan kebaikan terhadap pemerintah daerah.
Hal itu terbukti dengan pendapatan dari usaha wisata tersebut.
"Secara bisnis wisata, apa yang diberikan TNGC kepada pemerintah? Sementara, kami sebagai pelaku usaha wisata sangat jelas. Menyumbang kepada pendapatan asli daerah dari retribusi atau pajak usaha kami. Baik dari parkir atau pajak resto," kata Gugun lagi.
Sementara, sumbangan dari lapak wisata TNGC yang diketahui publik sebagai penyumbang anggaran dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP).
"Nah, permalasahan PNBP, sejak usaha komersil dilakukan TNGC, apakah adakah keterbukaan tentang berapa banyak uang yang setorkan ke negara? Sebab secara teknis yang diketahui, setoran uang dari pengelola wisata di lahan TNGC berbasis manual yang terdapat dugaan manipulatif," ujar Gugun yang juga pemilik usaha wisata alam Saraeland dan Pondok Cai Pinus.
Selain paparan tadi, Gugun mendukung kebijakan penyetopan usaha wisata di lahan TNGC oleh KDM.
Sebab, KDM setiap memberhentikan atau melakukan rehabilitas pada suatu bidang termasuk usaha wisata.
"Pasti memikirkan dampak dan telah memiliki alternatifnya. Contoh sederhana masih ingat bagaimana usaha wisata di Bogor yang dikelola PT Jaswita. Di sana KDM memberikan kompensasi atau ganti untung terhadap pengusaha dan karyawan terdampak. Nah, budaya tidak merugikan seseorang atau tempat ini bakal terjadi di Kuningan," katanya.
Sejumlah destinasi wisata Kuningan yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terancam ditutup.
Hal itu menyusul akibat terjadinya kerusakan alam karena praktik bisnis.
| Sejarah Lahan TNGC Kuningan Dijadikan Objek Wisata, Terbagi Dalam Beberapa Beberapa Zona |
|
|---|
| Ada 15 Restoran dan Perusahaan Air Minum di Kawasan TNGC Kuningan yang Terancam Ditutup |
|
|---|
| Daftar Tempat Wisata di Kuningan yang Masuk Lahan TNGC, Terancam Ditutup |
|
|---|
| 20 Destinasi Wisata di Lereng Gunung Ciremai yang Aman dari Ancaman Penutupan |
|
|---|
| Polemik Objek Wisata di Lahan TNGC Kuningan, KDM Minta Ditutup, Didukung Pengusaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Suasana-pembangunan-objek-wisata-milik-Bupati-Kuningan-di-kaki-Gunung-Ciremaid.jpg)