Jumat, 22 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Ratusan Kepala Desa di Kuningan Mengikuti Pendidikan Sekolah Sampah, Ini Tujuannya

Ratusan kepala desa di Kabupaten Kuningan mengikuti pendidikan sekolah sampah, ini tujuannya

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
SEKOLAH SAMPAH - Ratusan kepala desa di Kabupaten Kuningan mengikuti pendidikan sekolah sampah 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai 


TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ratusan kepala desa di Kuningan mengikuti pendidikan Sekolah Sampah. Hal ini mengingat dengan luas lahan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Kuningan mengalami overload. 

"Pelaksanaan pendidikan sekolah sampah ini sebagai gerakan menuju Desa Nol Sampah di Kabupaten Kuningan 2025 dan ada sebanyak 172 peserta dari 20 kecamatan di Kuningan dan mereka kepala desa, perangkat desa, dan pengurus BUMDes," ungkap Ketua Rumah Sadulur Kuningan, Arief Amarudin yang juga pemateri dalam pengolahan sampah, Jum'at (28/11/2025). 

Arief mengatakan, Sekolah Sampah dirancang sebagai edukasi awal yang dapat direplikasi desa-desa dalam mengatasi persoalan sampah.

"Membahas sampah itu kenapa bermula dari tingkat penyelengara pemerintah dibawah. Nah, desa adalah titik paling strategis untuk memulai perubahan karena sebagian besar sampah berasal dari rumah tangga," katanya. 

Setelah pelatihan, kata Arief, program dilanjutkan dengan kelompok belajar yang dipantau berkala sebagai ruang konsultasi bagi desa.

"Dalam pelatihan menghadirkan praktisi dan akademisi, seperti paktisi pertanian, Deden, membahas pemanfaatan sampah organik untuk pertanian, sementara akademisi UIN memaparkan pentingnya tata kelola lingkungan berbasis masyarakat," katanya. 

Baca juga: Kokoy Kurnaeti, Kepala SLBN Taruna Mandiri Kuningan Raih Juara 2 Pada Anugerah GTK Hebat 2025

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Ir. Usep Sumirat , menegaskan bahwa konsep zero waste sangat mungkin diterapkan di tingkat desa.

 “Melihat penanganan sampah di Desa ertayasa sudah terbukti tanpa residu. Kami tidak pernah mengangkut sampah dari sana karena semuanya diolah di desa, termasuk lewat proses termal,” kata Usep.

Terbentuknya kerja sama dengan koperasi Indocement memperkuat pengolahan sampah plastik menjadi RDF. 

"Model ini dinilai bisa direplikasi dan membuka peluang ekonomi. Sampah itu bisa menghasilkan uang. Tapi perlu jejaring antar desa, tidak bisa berdiri sendiri,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), H. Mohamad Budi Alimudin mengapresiasi terhadap desa yang terus berinovasi dalam pengelolaan sampah.

"Terutama setelah Kertayasa meraih juara inovasi persampahan tingkat nasional. Harapan besar dari keberhasilan itu menular ke daerah lain," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved