Jumat, 5 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Jalan Rusak di Cirebon

DPUTR Kabupaten Cirebon Ungkap Status Jalan Rusak di Desa Rawaurip

Pihak DPUTR Kabupaten Cirebon menjelaskan status jalan di Rawaurip, Pangenan.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
KONDISI JALAN - Potret kondisi jalan utama yang menjadi akses ribuan petambak garam dan nelayan di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, terlihat rusak parah dan belum pernah mendapatkan pembangunan permanen sejak sekitar tahun 1970-an 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Keluhan warga terkait kondisi jalan rusak menuju kawasan tambak garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, akhirnya mendapat tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon.

Di tengah sorotan masyarakat pesisir yang telah bertahun-tahun menantikan perbaikan, DPUTR mengungkap fakta, bahwa ruas jalan tersebut ternyata tidak masuk dalam daftar jalan kabupaten.

Sekretaris DPUTR Kabupaten Cirebon, R Tommy Hendrawan mengatakan, hasil pengamatan pihaknya menunjukkan ruas jalan yang menghubungkan Balai Desa Rawaurip menuju kawasan tambak garam berstatus non-SK atau tidak tercatat sebagai jalan kabupaten.

"Kalau hasil pengamatan kami, ruas jalan dari Balai Desa Rawaurip lurus menuju tambak itu non-SK. Sedangkan yang masuk SK jalan kabupaten adalah dari Balai Desa Rawaurip ke arah Bendungan," ujar Tommy saat diwawancarai media, Kamis (4/6/2026).

Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan masyarakat mengenai belum adanya pembangunan permanen di jalur yang selama ini menjadi akses utama ribuan petambak garam dan nelayan menuju kawasan pesisir.

Di balik hamparan tambak garam yang menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu lumbung garam nasional, jalan menuju kawasan produksi garam di Rawaurip memang menyimpan persoalan panjang yang belum terselesaikan.

Jalur sepanjang sekitar 7 hingga 8 kilometer tersebut menjadi urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Setiap hari, jalan itu digunakan untuk mengangkut hasil panen garam, kebutuhan operasional tambak, hingga aktivitas nelayan yang melaut.

Namun kondisi jalan hingga kini masih jauh dari kata layak.

Di sejumlah titik terlihat kubangan air berlumpur, permukaan tanah bercampur batu kali yang tidak rata, serta lubang-lubang yang menyulitkan kendaraan melintas.

Saat musim hujan maupun banjir rob, kondisi jalan menjadi semakin parah.

Pengendara harus ekstra hati-hati untuk menghindari genangan dan batu-batu tajam yang berpotensi membahayakan.

Salah seorang petani garam asal Desa Rawaurip, Ismail Marzuki (39) mengatakan, jalan tersebut telah menjadi akses utama masyarakat pesisir bahkan sejak puluhan tahun lalu.

"Jalan ini sudah ada sejak sekitar tahun 1970-an. Dari dulu sampai sekarang menjadi akses utama untuk mengangkut hasil garam dan aktivitas nelayan ke laut. Tapi sampai hari ini belum pernah diaspal atau dibeton," ujar Ismail saat ditemui media, Rabu (3/6/2026).

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved