Kebakaran Hutan Gunung Ciremai
Kebakaran di Gunung Ciremai Memasuki Hari Ketiga, Bupati Kuningan Angkat Bicara, Sebut Water Bombing
Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan pihaknya akan berupaya memadamkan kebakaran hutan di Gunung Ciremai secepatnya.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Memasuki hari ketiga peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), masih terlihat kepulan asap di langit Kuningan.
Berdasarkan data diterima kebakaran yang menimbulkan kepulan asap membumbung tinggi itu berada di Blok Cileutik, Desa/Kecamatan Pasawahan.
"Kebakaran hutan kami sedang berusaha dalam waktu tiga hari ini sudah mencapai 70 sampai 100 hektare lebih. Jika api masih dan tidak dapat dipadamkan, kami segera mengajukan helikopter untuk melakukan water bombing, untuk memadamkan api di kawasan TNGC," kata Bupati Kuningan H Acep Purnama saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (27/8/2023).
Musibah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak Jumat (25/7/2023) kemarin di TNGC, diduga terdapat unsur kesengajaan yang dilakukan oleh sejumlah orang.
"Satu hal lagi yang hari ini kami sedang lakukan dalam menyelidiki kasus kebakaran tersebut, dugaan itu apakah ada indikasi unsur kesengajaan atau sebaliknya," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, sebanyak 90 personel kepolisian dari SatBrimob dan Anggota Polres Kuningan terlibat dalam pemadaman kebakaran lahan hutan Gunung Ciremai.
Demikian hal itu dikatakan Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian saat memberikan keterangan di sela kegiatan di lokasi kebakaran yang masuk wilayah Hukum Polsek Pasawahan, Sabtu (26/8/2023).
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan yang diketahui semakin meluas itu mendapat perhatian petugas gabungan dalam memadamkan kobaran api tersebut.
"Untuk petugas gabungan, terutama dari SatBrimob dan Polres Kuningan masih di lokasi melakukan pemadaman," ujarnya.
Dia mengatakan, meski sebagian titik api telah padam, tapi masih ada sejumlah api dan kepulan asap di kawasan TNGC.
Kepala BTNGC Maman Surahman menyebut perkiraan luas lahan terbakar itu ada sekitar 102 hektare.
"Sekitar 102 hektare lahan Hutan Gunung Ciremai terbakar itu berdasarkan metode hitungan petugas TNGC ya," kata Maman mengawali perbincangan dengan Tribun, Sabtu (26/8/2023).
Menyinggung petugas gabungan yang melakukan pemadaman Karhutla Gunung Ciremai, kata Maman, petugas pemadam itu dibagi dalam regu atau kelompok tertentu.
"Sehingga dalam praktik pemadaman itu dilakukan secara sistematis. Jadi setiap regu itu dibagi pada lokasi kebakaran dan itu terjadi silih bergantian, karena pemadaman Karhutla ini memerlukan tenaga dan mental yang ekstra," ujarnya.
Secara persiapan dan perlengkapan Ketersediaan logistik, kata Maman, semua aman, termasuk peralatan kesehatan saat melakukan pemadaman kebakaran.
"Untuk logistik dan kesehatan petugas masih aman. Cuma kami kelelahan dan belum tidur dari sejak kebakaran terjadi kemarin," ujarnya.
Baca juga: Ada 90 Anggota Polisi Terlibat Pemadaman Kebakaran Gunung Ciremai di Kuningan, Begini Kata Kapolres
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/kebakaran-gunung-ciremai-2-25082023.jpg)