Mengatasi Sampah dan Mendulang Cuan Ala Kades Malang Semirang dan Sang Istri di Indramayu

Rusmono Syafi’i, sosok di balik inisiatif pemanfaatan limbah menjadi penunjang bisnis yang dapat bernilai jual tinggi

|
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
BUDIDAYA JAMUR TIRAM - Budidaya jamur tiram yang ditekuni Rusmono dan istrinya, Uripah di Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, Minggu (15/6/2025) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Rusmono Syafi’i, sosok di balik inisiatif pemanfaatan limbah menjadi penunjang bisnis yang dapat bernilai jual tinggi di Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Bersama istrinya, Uripah, sampah-sampah seperti ban bekas, paralon bekas, hingga galon bekas yang tak dilirik orang kebanyakan itu justru dimanfaatkan untuk bercocok tanam hingga berternak.

Ada banyak usaha yang ia tekuni, mulai dari budidaya jamur tiram, ayam petelur, tanaman hidroponik, cabai, terong hingga budidaya ikan gurame, nila, dan lele.

Rusmono sendiri adalah Kepala Desa Malang Semirang. Semua usaha yang ditekuni selama bertahun-tahun itu, kini ia dedikasikan pula untuk penunjang program Ketahanan Pangan di Desa yang dipimpinnya tersebut.

Baca juga: Tanggapan Bulog Indramayu Terkait Petani Dapat Harga Jual Gabah yang Layak di Musim Panen Raya

“Ini sebenarnya milik pribadi, tapi kebetulan karena ada program ketahanan pangan, jadi kita dedikasikan juga untuk kepentingan desa,” ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (15/6/2025).

Rusmono tak memikirkan keuntungan dari program tersebut, selama tidak sampai merugi, ia ingin memberikan kesan yang mendalam untuk warganya selama menjabat ia sebagai Kades.

“Kadang kita juga bagi-bagi jamur tiram ke warga,” ujar dia.

Tanaman hidroponik yang ditekuni Rusmono dan istrinyaSSQ
TANAMAN HIDROPONIK - Tanaman hidroponik yang ditekuni Rusmono dan istrinya, Uripah di Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, Minggu (15/6/2025)

Rusmono menyadari tantangan terbesar di kemudian hari adalah sampah, ia pun mencoba memanfaatkan hal tersebut menjadi peluang bisnis.

Kuncinya adalah kreativitas, ia selalu berpikir untuk bagaimana menekan biaya operasional seminimal mungkin.

Dalam menjalani banyak usaha itu, Rusmono dan istrinya juga memanfaatkan limbah dari satu usaha untuk usaha lainnya.

Misal baglog jamur yang sudah tidak produktif, limbahnya bisa di jadikan pupuk untuk tanaman.

“Makanya waktu kemarin ada acara di Rumah Makan ada limbah yang di buang, wah sayang banget. Cuma posisinya saya saat itu sedang kegiatan sebagai Kades,” ujar dia.

Diketahui, beragam usaha ini dijalani Rusmono dan istrinya Uripah di pekarangan rumah mereka. Kebetulan, pekarangan tersebut cukup luas sehingga cocok untuk usaha.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved