Mengatasi Sampah dan Mendulang Cuan Ala Kades Malang Semirang dan Sang Istri di Indramayu

Rusmono Syafi’i, sosok di balik inisiatif pemanfaatan limbah menjadi penunjang bisnis yang dapat bernilai jual tinggi

|
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
BUDIDAYA JAMUR TIRAM - Budidaya jamur tiram yang ditekuni Rusmono dan istrinya, Uripah di Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, Minggu (15/6/2025) 

Uripah mengatakan, awal mula usaha yang dijalani adalah jamur tiram, kemudian merambat ke usaha-usaha lainnya.

Tidak hanya sebagai pembudidaya, Uripah juga memanfaatkan jamur tiram tersebut untuk diolah menjadi beragam produk UMKM, seperti jamur krispi, dan lain-lain.

Olahan jamur krispi ini bahkan sudah sampai ke Hongkong hingga Taiwan dengan memanfaatkan jejaring TKW yang bekerja di sana.

“Kirim ke sana 50 pcs, kadang kirim 70 pcs, itu melalui TKW-TKW di sana untuk dijual,” ujar dia.

Uripah juga menjelaskan bahwa penunjang semua bisnisnya itu memang memanfaatkan limbah yang dibuang oleh masyarakat.

Seperti hidroponik yang memakai bekas paralon, hingga galon bekas untuk media tanam.

“Alasan pakai limbah agar kita bisa berhemat dan ini juga upaya kita mengurangi sampah. Sampah itu kita daur ulang agar punya nilai lebih lagi,” ujar dia.

“Sehingga dari sampah ini bisa jadi uang karena kita manfaatkannya kembali,” lanjut Uripah.

Uripah mengakui, dari usaha itu dapat mendulang cuan yang tidak sedikit. Misalnya saja, dari jamur tiram.

Dalam seharinya, ia bisa memanen jamur 30 hingga 50 kilogram. Permintaan jamur ini juga cukup tinggi, satu kilogramnya bahkan bisa dihargai sekitar Rp 13-15 ribu.

“Seperti di sini juga banyak penjual sayur keliling, kita pasok untuk bahan bakunya,” ujar dia.

Uripah tidak memungkiri, pihak sangat terbuka jika ada masyarakat yang mau belajar dari usahanya tersebut.

Dengan harapan, mereka juga bisa memanfaatkan pekarangan kosong agar lebih bermanfaat lagi dan menjadi ladang penghasilan di kemudian hari.

Termasuk dalam pemanfaatan limbah sehingga tidak berujung di tempat sampah, melainkan bisa dimanfaatkan lagi untuk usaha.

“Kami ingin jadi percontohan untuk masyarakat juga. Bahwa limbah itu jangan dibuang semua karena banyak yang bisa dimanfaatkan juga,” ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved