Khutbah Jumat
Teks Khutbah Jumat Pekan Ini Berjudul: Cara Berpuasa Ramadhan yang Sempurna
Sekadar informasi, ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.
Penulis: Sartika Harun | Editor: Sartika Rizki Fadilah
النَّظرَةُ سَهمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ فَمَنْ تَرَكَهَا مَخَافَة مِنَ اللهِ أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِيمَانًَا يَجِدُ حَلاَوَتَهُ في قَلبِه
Artinya :“Pandangan adalah anak panah yang beracun dari Iblis terkutuk. Barangsiapa yang menjauhinya karena takut kepada Allah, maka Allah akan menganugerahi manisnya keimanan dalam hatinya.” (HR. Hakim)
Ada lima kemuliaan bagi orang yang menjaga pandangannya, seperti disampaikan oleh seorang penulis dan cendekiawan Arab Saudi, Dr. Aid Abdullah al-Qarni : (1) ia merasa nyaman dan nikmat dalam melakukan ketaatan di jalan Allah SWT (2) hati terasa tenang, jiwanya tenteram, dan kehidupannya selalu terasa damai dan bahagia (3) ia akan jauh dari fitnah, aman dari ujian, dan terjaga dari kesalahan (4) akan terbuka baginya jalan-jalan ilmu, pengetahuan, taufik, dan pertolongan dari Allah SWT (5) hati dan firasatnya menjadi lurus dan tajam sehingga mampu membedakan antara yang hak dan yang batil.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Kedua, menjaga lisan. Kita jaga lisan kita dari perkataan yang tidak berguna, termasuk bicara yang mengandung unsur menggunjing, berdusta, dan adu domba. Tidak kalah pentingnya, kita jaga lisan kita dari ucapan-ucapan yang kotor, mengandung permusuhan, provokasi, dan debat kusir.
Mari kita biasakan lisan ini untuk diam seribu bahasa dari segala bentuk ucapan seperti contoh di atas. Kita jadikan lisan ini basah dengan lantunan zikir kepada Allah SWT, membaca Alquran, atau mengucapkan kata-kata yang baik.
Rasullullah SAW bersabda :
إِنَّ الصَّوْمَ أَمَانَةٌ فَلْيَحْفَظْ أَحَدُكُمْ أَمَانَتَهُ
Artinya :“Sesungguhnya puasa ini adalah amanah. Maka jagalah dengan sebaik-baiknya amanah oleh setiap kalian.”
Mujahid berkata, “Ada dua perkara yang merusak (pahala) puasa : menggunjing dan berdusta.”
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Demi Allah! Tidak ada yang lebih berhak untuk dikurung lebih lama di bumi ini selain lisan.”
Wahai kita yang tengah berpuasa,
Bagaimana mungkin kita layak dikategorikan sebagai orang yang berpuasa sementara lisan kita melaknat orang lain, mengeluarkan kata-kata kasar dan seronok, berbohong, bergunjing, mencela, dan memaki?
Bagaimana mungkin kita dianggap berpuasa jika lisan kita menimbulkan fitnah bagi orang lain?
Bagaimana mungkin kita menganggap diri kita sedang berpuasa, sementara lisan kita lupa akan adanya hari perhitungan?
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 3 April 2026: Gambaran Surga yang Indah dan Penuh Nikmat |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 3 April 2026: Salat Jadi Kunci Kehidupan Umat Muslim |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 3 April 2026: Saat Hidup Terasa Berat, Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 3 April 2026: Saat Ajal Mendekat, Sudah Siapkah Bekalmu? |
|
|---|
| Teks Khutbah Jumat 3 Maret 2026: Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah SWT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Kini-selama-menjalani-cuti-Syahrul-Faidzin-aktif-menjadi-Khatib-shalat-Jumat-di-Cirebon.jpg)