Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Khutbah Jumat

Teks Khutbah Jumat Pekan Ini Berjudul: Cara Berpuasa Ramadhan yang Sempurna

Sekadar informasi, ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.

istimewa
Kini, selama menjalani cuti, Syahrul Faidzin aktif menjadi Khatib shalat Jumat di Cirebon. 

النَّظرَةُ سَهمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ فَمَنْ تَرَكَهَا مَخَافَة مِنَ اللهِ أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِيمَانًَا يَجِدُ حَلاَوَتَهُ في قَلبِه
Artinya :“Pandangan adalah anak panah yang beracun dari Iblis terkutuk. Barangsiapa yang menjauhinya karena takut kepada Allah, maka Allah akan menganugerahi manisnya keimanan dalam hatinya.” (HR. Hakim)

Ada lima kemuliaan bagi orang yang menjaga pandangannya, seperti disampaikan oleh seorang penulis dan cendekiawan Arab Saudi, Dr. Aid Abdullah al-Qarni : (1) ia merasa nyaman dan nikmat dalam melakukan ketaatan di jalan Allah SWT (2) hati terasa tenang, jiwanya tenteram, dan kehidupannya selalu terasa damai dan bahagia (3) ia akan jauh dari fitnah, aman dari ujian, dan terjaga dari kesalahan (4) akan terbuka baginya jalan-jalan ilmu, pengetahuan, taufik, dan pertolongan dari Allah SWT (5) hati dan firasatnya menjadi lurus dan tajam sehingga mampu membedakan antara yang hak dan yang batil.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kedua, menjaga lisan. Kita jaga lisan kita dari perkataan yang tidak berguna, termasuk bicara yang mengandung unsur menggunjing, berdusta, dan adu domba. Tidak kalah pentingnya, kita jaga lisan kita dari ucapan-ucapan yang kotor, mengandung permusuhan, provokasi, dan debat kusir.

Mari kita biasakan lisan ini untuk diam seribu bahasa dari segala bentuk ucapan seperti contoh di atas. Kita jadikan lisan ini basah dengan lantunan zikir kepada Allah SWT, membaca Alquran, atau mengucapkan kata-kata yang baik.

Rasullullah SAW bersabda :

إِنَّ الصَّوْمَ أَمَانَةٌ فَلْيَحْفَظْ أَحَدُكُمْ أَمَانَتَهُ

Artinya :“Sesungguhnya puasa ini adalah amanah. Maka jagalah dengan sebaik-baiknya amanah oleh setiap kalian.”

Mujahid berkata, “Ada dua perkara yang merusak (pahala) puasa : menggunjing dan berdusta.”

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Demi Allah! Tidak ada yang lebih berhak untuk dikurung lebih lama di bumi ini selain lisan.”

Wahai kita yang tengah berpuasa,

Bagaimana mungkin kita layak dikategorikan sebagai orang yang berpuasa sementara lisan kita melaknat orang lain, mengeluarkan kata-kata kasar dan seronok, berbohong, bergunjing, mencela, dan memaki?

Bagaimana mungkin kita dianggap berpuasa jika lisan kita menimbulkan fitnah bagi orang lain?

Bagaimana mungkin kita menganggap diri kita sedang berpuasa, sementara lisan kita lupa akan adanya hari perhitungan?

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved