Khutbah Jumat
Teks Khutbah Jumat Pekan Ini Berjudul: Cara Berpuasa Ramadhan yang Sempurna
Sekadar informasi, ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.
Penulis: Sartika Harun | Editor: Sartika Rizki Fadilah
TRIBUNCIREBON.COM - Salah satu rukun pada hari Jumat adalah penyamapaian Khutbah oleh sang khatib.
Islam menganjurkan supaya khutbah tidak disampaikan terlalu panjang agar jemaah tidak bosan.
Sekadar informasi, ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.
عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)
Artinya: "Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesunggunguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik." (HR Muslim dan Ahmad)
Ada berbagai jenis topik khutbah Jumat, namun kali ini Tribuncirebon.com ingin mengulas tentang Cara Berpuasa Ramadahan yang Sempurna.
Baca juga: Teks Khutbah Jumat Singkat Berjudul Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Baca juga: 30 Tema Kultum Ramadhan 2025 Bermakna, Inspiratif dan Islami Buat Acara Pesantren Kilat di Madrasah
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Hadirin yang Dimuliakan Allah SWT
Melaksanakan ibadah selain harus didasari keikhlasan semata-mata karena Allah SWT juga harus sesuai petunjuk yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ibadah yang kita tunaikan selain harus mengikuti aturan syariat yang tertuang dalam kitab-kitab fikih karya para ulama yang ahli di bidangnya, juga harus memperhatikan sikap dan perilaku dalam melaksanakannya.
Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW jauh-jauh hari telah memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang melaksanakan ibadah, khususnya ibadah puasa, tapi dia tidak mendapatkan pahala sama sekali, kecuali hanya mendapatkan rasa lapar dan haus. Puasanya sah dari segi fikih, tapi dari segi pahala, dia tidak mendapatkannya. Nabi SAW bersabda,
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوْعُ وَالْعَطْشُ
Artinya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad).
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ada beberapa hal yang harus kita ketahui supaya ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan pahala.
Pertama, menahan pandangan. Jangan kita biarkan mata kita melihat hal-hal yang tercela di dunia nyata atau di dunia maya seperti di media sosial. Terkadang kita bisa menampik godaan dari memandang sesuatu yang tidak terpuji. Namun kita menyaksikan tayangan-tayangan yang membatalkan pahala puasa kita dengan menonton video-video yang beredar di dunia maya.
Kita jaga mata kita dari segala perkara yang bisa membuat kita lalai kepada Allah SWT dan menyibukkan hati, terlebih yang bisa memicu syahwat. Rasulullah SAW bersabda :
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 3 April 2026: Gambaran Surga yang Indah dan Penuh Nikmat |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 3 April 2026: Salat Jadi Kunci Kehidupan Umat Muslim |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 3 April 2026: Saat Hidup Terasa Berat, Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah |
|
|---|
| NASKAH Khutbah Jumat Besok 3 April 2026: Saat Ajal Mendekat, Sudah Siapkah Bekalmu? |
|
|---|
| Teks Khutbah Jumat 3 Maret 2026: Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah SWT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Kini-selama-menjalani-cuti-Syahrul-Faidzin-aktif-menjadi-Khatib-shalat-Jumat-di-Cirebon.jpg)