Jumat, 1 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Beras di Gudang Bulog Cirebon Melimpah, Warga Tak Perlu Khawatir Beras Akan Langka Saat Ramadan

Menjelang bulan suci Ramadan 1446 hijriah, masyarakat di wilayah Cirebon tidak perlu khawatir akan kelangkaan beras.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
STOK BERAS - Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Ramaijon buka suara soal stok beras, Rabu (19/2/2025) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto 


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Menjelang bulan suci Ramadan 1446 hijriah, masyarakat di wilayah Cirebon tidak perlu khawatir akan kelangkaan beras.


Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Ramaijon, memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi aman dan melimpah.


"Mungkin kalau untuk ketersediaan stok beras, boleh saya katakan kita sangat aman, karena saat ini aja di gudang Bulog ada 78.000 ton untuk stok yang saat ini eksisting ada di gudang Bulog," ujar Ramaijon saat diwawancarai media di kantornya, Rabu (19/2/2024).


Selain itu, Bulog Cabang Cirebon terus menyerap beras dari distributor setiap harinya, seiring dengan masuknya musim panen.

Baca juga: Baznas Majalengka Sebut Penetapan Besaran Zakat Fitrah Diawali Survei Harga Beras ke Sejumlah Pasar


"Saat ini juga kita kan sedang memasuki masa panen, jadi kita untuk Bulog cabang Cirebon perharinya itu masih bisa menyerap distributor per hari."


"Artinya stok kita akan bertambah 1.000 ton per hari. Jadi kalau misalnya 10 hari lagi (memasuki bulan Ramadan), mungkin stok kita sudah menjadi 88.000 ton. Bisa dikatakan melimpah," ucapnya.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kebutuhan beras di wilayah Cirebon saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya, terutama karena pemerintah menghentikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan.


"Kalau SPHP dan bantuan pangan disalur, itu rata-rata per bulan kita mengeluarkan stok sekitar 7.000 ton, rinciannya 6.000 ton untuk bantuan pangan, 1.000 ton untuk SPHP."


"Tapi karena sekarang dihentikan, maka penyaluran itu pengeluarannya enggak ada," jelas dia.


Menurut Ramaijon, kebutuhan beras di bulan Ramadan tahun-tahun sebelumnya juga tidak mengalami peningkatan yang signifikan.


"Karena orang kan makannya sama aja, bahkan mungkin kalau bulan Ramadan kan kebutuhan nasi berkurang ya, karena cuma sahur dan pada saat berbuka."


"Jadi saat ini melimpah, kalau untuk stok beras kita berani mengatakan aman dan melimpah," katanya.


Adapun penyerapannya saat ini banyak berasal dari wilayah Majalengka, Kuningan dan sebagian kecil dari Kabupaten Cirebon.


Selain itu, gabah juga diperoleh dari wilayah Jawa Tengah, seperti Demak.

Baca juga: Baznas Tetapkan Besaran Zakat Fitrah di Majalengka, Beras 2,7 Kg atau Senilai Rp 40 Ribu

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved