Kiprah Iim Maemunah Perkuat Perempuan
Jejak Iim Maemunah Suherman dan Makna Kartini: Menguatkan Perempuan Ciayumajakuning
Nama Hj Iim Maemunah Suherman saat kegiatan di Majalengka. Ia kian menguat sebagai penggerak perempuan di wilayah Ciayumajakuning.
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Ringkasan Berita:
- Hj Iim Maemunah Suherman menjadi salah satu penggerak perempuan di wilayah Ciayumajakuning melalui perannya di berbagai organisasi, termasuk sebagai penasihat GOW dan Ketua TP PKK Majalengka.
- Ia aktif mendorong pemberdayaan perempuan melalui program UMKM, kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan pangan keluarga yang menjangkau ratusan desa di Majalengka.
- Dengan pendekatan langsung ke masyarakat, Iim menekankan pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan pembangunan daerah.
Laporan Kontributor Adim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Nama Hj Iim Maemunah Suherman kian menguat sebagai salah satu penggerak perempuan di wilayah Ciayumajakuning. Istri Bupati Majalengka Eman Suherman ini saat ini menjabat sebagai penasihat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ciayumajakuning yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Perempuan kelahiran Majalengka, 10 Juni 1974 ini memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi perempuan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua GOW Kabupaten Majalengka sebelum kemudian dipercaya memimpin GOW tingkat wilayah Ciayumajakuning periode 2020-2025. Saat ini, ia juga menjadi Penasihat GOW (2025–sekarang).
Selain itu, Iim mengemban sejumlah posisi strategis di Kabupaten Majalengka, di antaranya sebagai Ketua TP PKK periode 2025–2030, Ketua TP Posyandu, dan Ketua Dekranasda. Ia juga dipercaya sebagai Bunda Literasi (2024–2030), Bunda PAUD (2024–2030), serta mengemban peran sebagai Bunda Genre dan Bunda Forum Anak Daerah (FAD).
Baca juga: Skandal Perselingkuhan Diduga Libatkan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, BK Siap Panggil Pihak Terkait
Dengan latar belakang sebagai entrepreneur, Iim membawa pendekatan pemberdayaan yang praktis dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Terlebih di bulan April ini dikenal dengan peringatan Hari Kartini.
"Hari Kartini kita maknai dan tekadkan untuk menjadi versi terbaik, menuju lebih baik, lebih banyak memberi manfaat pada sesama,” kata Iim kepada Tribun, Sabtu (25/4/2026).
Di Kabupaten Majalengka, peran tersebut dijalankan melalui berbagai kegiatan nyata. Melalui TP PKK, ia menggerakkan jaringan hingga 26 kecamatan dan lebih dari 300 desa/kelurahan, dengan ribuan kader perempuan aktif.
Baca juga: Momen Tak Biasa Pejabat dan Politisi Turun ke Lumpur Tanam Padi di Cirebon, Pesannya Bikin Tersentak
Di sektor ekonomi, Iim mendorong pemberdayaan perempuan melalui pelatihan dan pembinaan usaha mikro berbasis rumah tangga. Setiap tahun, ratusan perempuan terlibat dalam pengembangan UMKM, mulai dari olahan pangan hingga kerajinan.
Sementara di bidang kesehatan, ia aktif menguatkan peran posyandu yang tersebar hampir di setiap desa, terutama dalam edukasi gizi keluarga, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting.
Dalam bidang pendidikan dan literasi, perannya sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD diwujudkan melalui dorongan peningkatan minat baca, penguatan pendidikan anak usia dini, serta keterlibatan keluarga dalam proses belajar anak.
Baca juga: Skandal Perselingkuhan Diduga Libatkan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, BK Siap Panggil Pihak Terkait
Tak hanya itu, melalui Dekranasda, ia juga mendorong pengembangan produk lokal dan ekonomi kreatif, serta membantu pelaku usaha kecil agar lebih berkembang dan memiliki daya saing.
Program ketahanan pangan keluarga juga menjadi perhatian. Pemanfaatan pekarangan rumah didorong untuk mendukung kebutuhan pangan mandiri, yang telah menyasar ratusan hingga ribuan rumah tangga di Majalengka.
Iim juga dikenal aktif turun langsung ke lapangan. Ia kerap mengunjungi desa-desa, berdialog dengan kader dan masyarakat, serta memastikan program berjalan sesuai kebutuhan warga.
Baca juga: Skandal Perselingkuhan Diduga Libatkan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, BK Siap Panggil Pihak Terkait
Menurutnya, kekuatan perempuan tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Ia menilai perempuan yang berdaya adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab domestik dan kontribusi sosial.
“Perempuan adalah kunci dalam keluarga. Kalau keluarganya kuat, maka masyarakatnya juga akan kuat,” katanya.
| Sosok Ayah Kandung Syifa Hadju Terungkap, Keluarga Sebut Akan Hadir jadi Wali Nikah |
|
|---|
| Tren Positif Persib di Stadion GBLA Terputus, Arema FC Selamat Dari Kekalahan |
|
|---|
| Awalnya Dikira Istirahat, Tukang Becak di Weru Cirebon Ditemukan Meninggal di Kursi Penumpang |
|
|---|
| 5 Penjual Miras di Cirebon Kena Razia, Polisi Juga Amankan 187 Botol Miras |
|
|---|
| Pedagang Rujak Naik Haji, Ini Kisah Perjuangan Istoifah Menuju Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Nama-Hj-Iim-Maemunah-Suherman-saat-kegiatan-di-Majalengka.jpg)