Tol Getaci

37 Desa di Kabupaten Garut Tersapu Mega Proyek Tol Getaci, 3 Exit Tol Diproyeksikan Dibangun di Sini

Sebanyak 7 Kecamatan dan 37 Desa di Kabupaten Garut harap-harap cemas teraspal Tol Getaci.

Istimewa
37 Desa di Kabupaten Garut Tersapu Mega Proyek Tol Getaci, 3 Exit Tol Diproyeksikan Dibangun di Sini 

- Desa Jatisari

- Kelurahan Karangmulya

- Desa Suci

- Kelurahan Lebakjaya

- Desa Tanjungsari

- Desa Lebak Agung

6. Kecamatan Banyuresmi

- Desa Sukakarya

- Desa Sukalaksana

- Desa Sukamukti

- Desa Sukaratu

- Desa Pamekarsari

- Desa Sukasenang

7. Kecamatan Cilawu

- Desa Ngamplangsari

- Desa Ngamplang

- Desa Pasanggrahan

- Desa Cilawu

- Desa Karyamekar

- Desa Dayeuhmanggung

- Desa Sukatani

- Desa Sukamaju

Baca juga: TELAN Rp38,47 Triliun, 4 Desa di Kecamatan Kesugihan Cilacap Tersapu Mega Proyek Tol Jogja-Cilacap

Profil Jalan Tol Getaci

Tol Getaci mulai dilelang hingga awal bulan depan pendaftarannya.

Saat ini Kementerian PUPR tengah melakukan proses tender (lelang) ulang proyek tol tersebut pasca tidak terjadinya penandatanganan perjanjian dukungan pembiayaan perbankan atau financial close.

Sebelumnya pemenang lelang pengusahaan Tol Getaci telah ditetapkan pada Januari 2022 lalu, yaitu Konsorsium PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC).

Baca juga: MEGA PROYEK Tol Getaci Sepanjang 108,30 kilometer Ini Menyapu Desa Srirahayu Kabupaten Bandung

Konsorsiumnya terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group-PT Jasa Sarana, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

"Lelang ulang belum, baru pengumuman. Lelang ulang Getaci sedang proses pemutusan, iya (dibangun tahun ini)," beber Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai peresmian pabrik Lead Rubber Bearing (LRB) di Karawang.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian juga pernah menyampaikan, konstruksi jalan Tol Getaci akan dilaksanakan setelah ada investor yang memenangkan lelang ulang.

Baca juga: Desa Suwaloh Kabupaten Bojonegoro Tersapu Mega Proyek Tol Ngawi-Tuban, 16 Kecamatan Terbeton

Namun meski target konstruksi Tol Getaci mundur dari rencana awal, proses pengadaan lahan dipastikan tetap berjalan.

"Untuk pengadaan lahannya jalan terus sampai dengan Garut untuk pembangunan tahap satu. Pembebasan atau pengadaan lahan ini dilakukan oleh Kementerian PUPR," pungkas Hedy di Gedung DPR RI, Jakarta.

Mengingat proses pembangunan Tol Getaci akan dilakukan tahun ini, berikut profilnya:

Baca juga: TELAN Rp38,47 Triliun, 4 Desa di Kecamatan Kesugihan Cilacap Tersapu Mega Proyek Tol Jogja-Cilacap

Jalan Tol Getaci termasuk dalam PSN, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Perubahan Daftar PSN.

Di dalam beleid tersebut, Tol Getaci ditarget penyelesaian tahun 2024 untuk ruas Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya.

Baca juga: MEGA PROYEK Tol Getaci Sepanjang 108,30 kilometer Ini Menyapu Desa Srirahayu Kabupaten Bandung

Melintasi Dua Provinsi

Jalan tol Getaci melintasi dua provinsi Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat sepanjang 171,40 kilometer dan Jawa Tengah sepanjang 35,25 kilometer. Sehingga total panjangnya 206,65 kilometer.

Bakal Menjadi Tol Terpanjang

Dengan panjang mencapai 206,65 kilometer, Tol Getaci akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia apabila nanti telah selesai dibangun.

Artinya, menggeser posisi Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) yang saat ini masih menjadi tol terpanjang di Indonesia dengan 189 kilometer.

Baca juga: MEGA PROYEK Tol Getaci Sepanjang 108,30 kilometer Ini Menyapu Desa Srirahayu Kabupaten Bandung

Terdiri dari Empat Seksi

Tol Getaci terdiri dari empat seksi yakni Seksi 1 Junction Gedebage-Garut Utara sepanjang 45,20 kilometer, Seksi 2 Garut Utara-Tasikmalaya 50,32 kilometer, Seksi 3 Tasikmalaya-Patimuan 76,78 kilometer, dan Seksi 4 Patimuan-Cilacap 34,35 kilometer.

Memiliki 9 Simpang Susun dan 1 Junction
Tol ini akan memiliki 9 simpang susun dan 1 junction, yaitu Junction Gedebage yang akan terkoneksi dengan Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).(*)

Baca juga: TELAN Rp38,47 Triliun, 6 Desa di Kecamatan Maos Cilacap Tersapu Mega Proyek Tol Jogja-Cilacap

Sementara itu, tiga dari 10 exit tol yang akan menunjang proyek jalan tol penghubung Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap atau Tol Getaci, akan dibangun di Kabupaten Garut.

Kabupaten Garut merupakan satu dari enam wilayah di Jawa Barat yang akan dilintasi proyek Tol Getaci.

Tol Getaci merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional atau PSN.

Status PSN Tol Getaci tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Perubahan Daftar PSN.

Baca juga: TELAN Rp38,47 Triliun, 4 Desa di Kecamatan Kesugihan Cilacap Tersapu Mega Proyek Tol Jogja-Cilacap

Proyek Tol Getaci diproyeksikan akan menghubungkan dua provinsi, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Di Jawa Barat, pembangunan Tol Getaci akan dimulai di Kota Bandung, tepatnya di Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage.

Setelah itu dilanjutkan ke Kabupaten Bandung, 28 Desa di Kabupaten Bandung akan terimbas pembangunan Tol Getaci.

Baca juga: MEGA PROYEK Tol Getaci Sepanjang 108,30 kilometer Ini Menyapu Desa Srirahayu Kabupaten Bandung

Lalu sebanyak 37 Desa di Kabupaten Garut terdampak, 24 Desa di Kabupaten Ciamis, 15 Kelurahan di wilayah Kota Tasikmalaya, 17 Desa ada di Kabupaten Tasikmalaya, dan 9 Desa di Kabupaten Pangandaran.

Kemudian Tol Getaci akan berakhir di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Cilacap.

Sedikitnya terdapat 18 Desa dari empat Kecamatan di Kabupaten Cilacap yang akan terkena adanya pembangunan Tol Getaci.

Baca juga: Desa Suwaloh Kabupaten Bojonegoro Tersapu Mega Proyek Tol Ngawi-Tuban, 16 Kecamatan Terbeton

Proyek ini direncanakan memiliki panjang hingga 206,65 km, dengan rincian 171,40 km di Jawa Barat dan Jawa Tengah sepanjang 35,25 km.

Dengan panjang tersebut, maka Tol Getaci akan menjadi tol terpanjang di Indonesia dan akan menggeser posisi Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), dengan panjang 189 kilometer.

Adapun tiga exit Tol Getaci yang direncanakan dibangun di Garut antara lain:

1. Gerbang Tol dan Simpang Susun Nagreg

Bertempat di Kecamatan Nagreg. Gerbang tol ini terkoneksi dengan Jalan Raya Cicalengka-Nagreg, tujuan Nagreg, Cicalengka, Kadungngora, dan Limbangan.

2. Gerbang Tol dan Simpang Susun Garut Utara

Berlokasi di Kecamatan Banyuresmi. Gerbang tol ini terhubung dengan Jalan Raya Banyuresmi, tujuan Banyuresmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul dan Garut Kota.

3. Gerbang Tol dan Simpang Susun Garut Selatan

Bertempat di Kecamatan Cilawu. Gerbang tol ini terakses dengan Jalan Raya Garut-Tasikmalaya, tujuan Cilawu, Garut Kota, dan Bayongbong.

Untuk diketahui, proses lelang Tol Getaci (Gedebage, Tasikmalaya, Cilacap) sudah diumumkan.

Pengumuman itu terdiri dari hasil evaluasi dokumen prakualifikasi perusahaan atau konsorsium dalam proses lelang pengusahaan jalan Tol Getaci.

Baca juga: TELAN Rp38,47 Triliun, 4 Desa di Kecamatan Kesugihan Cilacap Tersapu Mega Proyek Tol Jogja-Cilacap

Di pengumuman itu dituliskan empat perusahaan yang tergabung dalam dua konsorsium dinyatakan tidak lulus dalam evaluasi dokumen prakualifikasi. 

Lalu, bagaimana nasib kelanjutan pelaksanaan megaproyek jalan Tol Getaci ini?

Disebutkan dua konsorsium dinyatakan tidak lulus, padahal dalam dua konsorsium yang ikuti lelang Tol Getaci itu salah satunya ada perusahaan asal China.

Baca juga: MEGA PROYEK Tol Getaci Sepanjang 108,30 kilometer Ini Menyapu Desa Srirahayu Kabupaten Bandung

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melakukan pengumuman hasil pelelangan pengusahaan jalan Tol Getaci.

Dalam pengumuman bernomor: 24/BPJT/L/GTCM/2024, panitia pelelangan pengusahaan jalan tol telah selesai mengevaluasi dokumen prakualifikasi perusahaan atau konsorsium yang disampaikan dan menetapkan hasilnya bahwa dua perusahaan atau konsorsium tidak lulus dalam mengikuti lelang.

Dua konsorsium tersebut pertama Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera- PT Wiranusantara Bumi dan kedua Konsorsium PT Dayamulia Turangga- PT China State Construction Overseas Development Shanghai.

Baca juga: Desa Suwaloh Kabupaten Bojonegoro Tersapu Mega Proyek Tol Ngawi-Tuban, 16 Kecamatan Terbeton

Ketua Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Gedebage - Tasikmalaya - Ciamis ( Tol Getaci), Sony Sulaksono Wibowo, mengatakan semua perusahaan yang dinyatakan tidak lulus itu bisa mengajukan sanggahan secara tertulis.

Namun sanggahan itu harus segera dikirimkan sebelum 5 hari kerja setelah tanggal pengumuman prakualifikasi. Adapun pengumuman prakualifikas tertanggal 20 Mei 2024.

"Sesuai dengan ketentuan dalam dokumen prakualifikasi pasal II.Q.1 peserta prakualifikasi yang keberatan atas penetapan hasil prakualifikasi dapat mengajukan sanggahan secara tertulis selambat-lambatnya 5 hari kerja setelah tanggal pengumuman prakualifikasi," tulisnya di surat pengumuman hasil lelang.

Baca juga: TELAN Rp38,47 Triliun, 4 Desa di Kecamatan Kesugihan Cilacap Tersapu Mega Proyek Tol Jogja-Cilacap

Menyikapi belum adanya perusahaan atau konsorsium yang lulus dalam proses lelang pengusahaan Tol Getaci, Sony menegaskan nasib pelaksanaan proyek Tol Getaci akan terus berjalan.

"Tol Getaci sudah masuk dalam PSN yang artinya mendapat prioritas untuk disegerakan diwujudkan," kata Sony seperti dilansir TribunCirebon.com dari TribunPriangan.com, Rabu (22/5/2024).

Terkait hasil evaluasi dokumen prakualifikasi perusahaan atau konsorsium peserta lelang Tol Getaci yang masih dinyatakan Tidak Lulus, diakui Sony, hal itu merujuk pada pengalaman dari investasi sebelumnya yang terhenti di tengah jalan.

Baca juga: MEGA PROYEK Tol Getaci Sepanjang 108,30 kilometer Ini Menyapu Desa Srirahayu Kabupaten Bandung

"Kondisi itu membuat BPJT harus lebih berhati-hati dalam seleksi calon investor," jelas Sony.

Untuk langkah selanjutnya, bila tidak ada sanggahan dari perusahaan atau konsorsium, dikatakan Sony, pihak BPJT akan segera melakukakn prakualifikasi ulang dan mencoba mengajak investor lain untuk mengikutinya.

"Selanjutnya, BPJT akan segera melakukan prakualifikasi ulang dan mencoba mengajak investor lain untuk dapat terlibat," kata Sony.

Mengenai jadwal prakualifiksai yang baru, dikatakan Sony akan secepatnya diumumkan oleh BPJT.

"Mudah-mudahan, akhir Juni (2024) sudah bisa dilakukan," harapnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved