Kisah Pilu Kakak Beradik di Indramayu Berjuang Hidup Hingga Harus Putus Sekolah, Pemkab Turun Tangan
Pemkab akan berupaya agar Samsul bisa kembali sekolah, apalagi ia anak yang berprestasi.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kisah pilu datang dari Kabupaten Indramayu, di sana hidup kakak beradik yang terpaksa mengarungi hidup mandiri.
Bukan tanpa sebab, mereka sudah tidak lagi memiliki ibu karena meninggal dunia beberapa bulan lalu.
Sementara sang ayah terpaksa merantau ke luar kota untuk mengadu nasib menjadi buruh serabutan.
Sopyah Supriatin (22) dan Samsul Ramadan (15) pun harus merelakan mimpi-mimpinya, keduanya putus sekolah.
Sopyah Supriatin memutuskan berhenti sekolah saat SMP dan memilih bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.
Kini giliran adiknya, Samsul Ramadan, karena alasan ekonomi pula, saat kenaikan kelas 1 ke kelas 2 di SMPN 4 Sindang setahun lalu, ia juga memutuskan berhenti sekolah.
Padahal Samsul Ramadan tergolong anak yang berprestasi.
Belum lama ini, ia sukses merebut trophy juara 2 dalam ajang Wall Climbing Competition (WCC) bersama Mahameru Climbing Club (MCC) Indramayu yang diadakan oleh Mahasiswa Kehutanan pecinta alam (Mahakupala) Universitas Kuningan.
Dengan serba keterbatasan, keduanya harus berjuang untuk bertahan hidup di rumah sederhana yang berdiri di lahan milik pemerintah daerah di Jalan Samsu Blok Bong, Kelurahan Lemah Mekar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
Beruntung kisah keduanya sampai ke telinga pemerintah daerah. Disdikbud Indramayu dan petugas Kecamatan Indramayu sudah datang melakukan kunjungan beberapa hari lalu.
Saat itu petugas juga membawa sejumlah bantuan, hingga janji akan memfasilitasi keduanya melanjutkan sekolah.
“Alhamdulillah saya bersama teman-teman Disdikbud bersama juga pak Camat sudah mengunjungi kediaman Sopyah bersama Samsul,” ujar Kepala Disdikbud Indramayu, Caridin kepada Tribuncirebon.com, Kamis (16/5/2024).
Caridin menyampaikan, pihaknya sudah berbicara dari hati ke hati dengan keduanya. Mereka mengaku sangat ingin melanjutkan sekolah.
Samsul Ramadan sekarang pun sudah kembali bersekolah lagi. Ia pindah dari SMPN 4 Sindang ke SMPN 3 Sindang untuk melanjutkan pendidikan.
Sementara Sopyah Supriatin, ia juga punya keinginan yang sama untuk sekolah.
Hanya saja, sebagai kakak, ia mengaku tidak bisa melakukan keinginan tersebut, Sopyah walau merupakan seorang perempuan tetap harus jadi tulang punggung menghidupi adiknya.
Faktor usia pun menjadi alasan bagi Sopyah, sehingga tidak memungkinkan untuknya kembali bersekolah.
“Sehingga inginnya itu ia membuka usaha saja, insya Allah untuk Sopyah kita fasilitasi untuk ikut kejar paket B dan nanti diteruskan ke kejar paket C,” ujar dia.
Caridin menyampaikan, pihaknya juga akan memfasilitasi dan memenuhi kebutuhan sekolah untuk Samsul.
Mulai dari seragam hingga peralatan sekolah lainnya.
Disdikbud Indramayu juga akan mengupayakan agar Samsul mendapat beasiswa.
Mengingat, Samsul merupakan salah satu siswa yang berprestasi di bidang olahraga panjat tebing.
“Untuk alasan keduanya tidak melanjutkan sekolah karena faktor ekonomi,” ujar dia.
Baca juga: Begini Komitmen Pemkab Indramayu Untuk Cari Keberadaan Kadinih, TKW yang Hilang 13 Tahun di Suriah
4 Lokasi SIM Keliling di Indramayu Besok 28 Agustus 2025, Kec Losarang dan Perempatan Karangturi |
![]() |
---|
Keluarga Putri Apriyani Kecewa Hukuman 15 Tahun yang Disangkakan Polisi: Harusnya Hukuman Mati! |
![]() |
---|
4 Lokasi SIM Keliling di Indramayu Hari Ini 27 Agustus 2025, BJB Juntinyuat dan Pasar Kertasemaya |
![]() |
---|
4 Lokasi SIM Keliling di Indramayu Besok 27 Agustus 2025, Bank BJB Juntinyuat dan Pasar Kertasemaya |
![]() |
---|
Oknum Polisi Bunuh dan Bakar Pacar di Indramayu, Kapolres Minta Maaf dan Janji Akan Tindak Tegas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.