Rabu, 6 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Pilpres 2024

Belajar Langsung dari Gus Dur, Mahfud MD Bawa Harapan Besar dan Teladan Bagi Bangsa, Jeh

Mahfud MD menceritakan bagaimana awal kedekatannya dengan Gus Dur di tahun 1983.

Tayang:
Editor: taufik ismail
Tribunnews.com/Irwan R
Calon Presiden Ganjar Pranowo memberikan paparan disaksikan Calon Wakil Presiden Mahfud MD saat acara dialog terbuka bersama Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (23/11/2023). Dalam dialog yang dihadiri mahasiswa, para kader Muhammadiyah dan masyarakat umum tersebut pasangan capres dan cawapres menyampaikan visi dan misinya. 

TRIBUNCIREBON.COM - Siapa yang tak kenal KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Beliau adalah tokoh bangsa yang patut untuk dihargai dan dijunjung tinggi.

Banyak keteladanan yang bisa dicontoh dari tokoh kebanggan Nahdlatul Ulama (NU) yang juga pernah menjadi Presiden RI ini.

Ia merupakan salah satu tokoh bangsa yang memiliki visi inklusif, mengedepankan toleransi, dan menjunjung tinggi nilai demokrasi. 

Gus Dur tidak hanya menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia, tapi juga dikenal sebagai pemimpin yang menghargai perbedaan dan berupaya membangun persatuan di tengah keragaman masyarakat Indonesia.

Nilai kepemimpinan Gus Dur terus mengakar pada para muridnya, salah satunya adalah sosok Prof. Dr. Mahfud MD, sebagai cawapres yang benar-benar kader dan belajar langsung dari Gus Dur

Dalam panggung kampanye yang penuh semangat, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI ini dengan bangga mengenang akar keilmuan dan keteladanan Gus Dur sebagai bekal dalam menemani capres Ganjar Pranowo untuk memimpin Indonesia di masa mendatang.

Dalam berbagai kesempatan, Prof. Mahfud dengan antusias menerjemahkan nilai-nilai keteladanan Gus Dur, seperti kebijaksanaan, keadilan, dan semangat toleransi. 

Hal ini terbukti dalam rekam jejaknya dalam kebijakan-kebijakan yang mendukung kesejahteraan rakyat melalui kepastian hukum. 

Keberpihakan pada keadilan, hak asasi manusia, dan kebebasan beragama adalah cermin dari pengaruh kuat warisan Gus Dur dalam jejak kepemimpinannya.

Belajar langsung dari Bapak Pluralisme

Mahfud MD menceritakan awal kedakatannya dengan Gus Sur. Itu terjadi pada tahun 1983, saat Mahfud masih menjadi dosen muda di Yogyakarta. 

Sosok yang juga menjabat sebagai Menkopolhukam ini sering mengundang Gus Dur untuk memberikan ceramah di kampus tempatnya mengajar.

Hal ini dilakukan Mahfud agar menunjukkan kepada lingkungan kampus bahwa NU adalah organisasi dengan para tokoh dan sosok yang memiliki pemikiran yang luas.

Rekam jejak Mahfud pun berlanjut kala dirinya berperan sebagai kader NU. Mantan kuasa hukum Gus Dur, Tohadi, menegaskan bahwa Mahfud merupakan kader NU dan pernah menjabat kepengurusan struktural di lingkungan NU. 

“Pak Mahfud MD itu pernah menjadi penasehat Pengurus Wilayah GP Anshor DI Yogyakarta, pernah tercatat secara sah sebagai Ketua Dewan Kehormatan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) masa khidmat 2012-2017,” ujarnya.

Menurutnya, Mahfud merupakan orang dekat sekaligus santri ideologis Gus Dur. Saat Gus Dur menjabat Ketua Dewan Syura DPP PKB, Mahfud sempat ditunjuk sebagai Ketua Tim Hukum Gus Dur.

Hal ini sekaligus menepis keraguan yang berkembang di masyarakat terkait status Mahfud sebagai kader NU.

Tohadi juga melihat bahwa pemikiran Gus Dur diterapkan dengan konsisten oleh Mahfud. “Itu tampak terlihat ketika menjadi Ketua MK. Warna putusan MK pada saat diketuai Pak Mahfud bertambah sangat progresif dan bernarasi keadilan subtansif bagi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Karier politik Mahfud di lingkaran pemerintahan juga dimulai di era Gus Dur, saat itu pria kelahiran tahun 1957 ini ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan. 

Sejak saat itu, Mahfud beberapa kali dipercayai menempati jabatan-jabatan strategis pemerintahan, termasuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpolhukam) pertama yang berasal dari kalangan sipil.

Terinspirasi teladan Gus Dur

Terinspirasi Gus Dur, Semangat Prof Mahfud MD membawa harapan besar bagi masa depan Indonesia yang lebih damai, adil, dan sejahtera

Hal ini didukung oleh Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh yang akrab disapa Yenny Wahid mengaku akan memilih pemimpin Indonesia yang dekat dengan Gus Dur

Yenny mengaku ingin mendapatkan pemimpin yang bekerja cepat dengan wakil yang berkomitmen menegakkan hukum yang dapat memberantas korupsi di Indonesia.

"Yang paling penting pastinya yang akan saya pilih yang dekat dengan Gus Dur, yang dulu pernah jadi kadernya Gus Dur sampai sekarang," ujarnya. 

Yenny menjelaskan bahwa memilih pemimpin sangat penting untuk memastikan program-program bisa menyentuh kesejahteraan rakyat. 

Yenny juga mengakui ingin mendapatkan pemimpin yang bekerja cepat dengan wakil yang berkomitmen menegakkan hukum yang dapat memberantas korupsi di Indonesia. 

"Namanya Ganjar-Mahfud," ucap Yenny. (***Fitrah***)

Baca juga: Yenny Wahid: Ganjar-Mahfud adalah Pemimpin yang Bisa Lanjutkan Legacy Presiden Jokowi

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Santri Ideologis Gus Dur, Mahfud MD Bawa Teladan dan Harapan Besar bagi Bangsa.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved