Anies Baswedan Tanggapi Hasil Survei Soal Dirinya Sebagai Capres Paling Bawah: Kami Hormati
Bacapres yang berasal dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan menanggapi santai terkait hasil survei yang selalu rendah.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang berasal dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan menanggapi santai terkait hasil survei yang selalu rendah.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu diketahui selalu di urutan ketiga dibanding bakal calon lain.
Seperti Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) dirilis pada Jumat (6/10/2023) yang dilakukan pada periode 20-30 September 2023 di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Hasilnya Prabowo Subianto memperoleh 40,9 persen, Ganjar Pranowo 33,1 persen dan Anies Baswedan: 22,2 persen.
Baca juga: Rajiv Ungkap Ada Baliho NasDem yang Dirusak Saat Kedatangan Anies Baswedan ke KBB
"Kami menghormati mereka-mereka yang menyelenggarakan survei dan kita memiliki optimisme yang tinggi apalagi kita merasakan apa yang terjadi di masyarakat, jadi kami paham mereka perlu mencari nafkah," ujar Anies Baswedan usai berdialog dengan petugas kesehatan di salah satu Cafe di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Sabtu (07/10/2023).
Anies menegaskan, meski selalu menjadi urutan terendah hasil surveinya, namun ia tetap optimis dalam kontestasi politiknya di pemilihan presiden 2024 mendatang.
Ia bersama partai pengusungnya NasDem, PKB dan PKS akan bekerja secara maksimal untuk memenangkannya menjadi presiden RI.
"Dihormati, di sisi lain kita tau itu adalah gerakan perubahan, dari sisi lain yang mungkin luas dan terbukti hal serupa ketika di Jakarta, kami tidak pernah di posisi nomer 2 apalagi 1, kita nomer 3 dan hasilnya temen-temen juga tau, jadi kita dengarkan sebagai penghormatan tapi kita tetap bekerja dan makin optimis," ucapnya.
Anies menegaskan, ia akan melakukan perubahan jika terpilih menjadi presiden, terdapat empat aksi yang akan dilakukan pertama apa yang dari ada sekarang harus ditingkatkan, kedua apa yang ada sekarang dikoreksi.
Kemudian yang ketiga, lanjut Anies, apa yang ada sekarang itu yang perlu dihentikan dan keempat hal baru apa yang harus dikerjakan yang sekarang belum ada
"Nah jadi keempat aspek ini, kami terbuka sekali dengan prinsip semangat perubahan, itu bukan sekedar spesifik satu undang undang, satu regulasi, tapi kami ingin agar ada perubahan yang memberikan rasa kesetaraan, keadilan dan kenyamanan bagi semua," ujar Anies Baswedan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Bakal-calon-presiden-Anies-Rasyid-BaswedanF.jpg)