Sejarah Persepakbolaan Majalengka, Ternyata Lebih Dulu Daripada Persib dan Persija
Catatan sejarah persepakbolaan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ternyata sudah ada lebih dulu daripada Persib Bandung.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Misalnya saja, pamaen bon yang terkenal adalah Bah Tjha Tjhaw seringkali diundang main di luar kota.
"Memasuki tahun 1960-an munculah para pemain baru walau masih belum mempunyai stadion sendiri berlatih dan bertanding hanya mengandalkan alun-alun kota atau lapangan kampung nama baru bermunculan, di antaranya Muchdor (jl Pramuka), Abah Fuad (Maja), O Aung Sujana (pasar balong), Ikin Sodikin (Pasar balong) dan lain-lain."
"Sampai tahun 1970-an mereka bertahan dan pendahulunya sudah gantung sepatu," katanya.
Singkat cerita, pada tahun 1970-an kabar baik menghampiri persepakbolaan Majalengka, Persima.
Sebab pada tahun itu, pemerintah membangun stadion yang sudah lama dinantikan.
Stadion itu bernama Warung Jambu yang namanya tetap eksis hingga saat ini.
"Sekarang namanya masih Stadion Warung Jambu, berada di Cicurug."
"Nama itu diambil karena sebelum dibangun stadion di tempat itu adalah tempat berkumpulnya para pedagang dan tengkulak jambu hutan khas Majalengka yang didatangkan dari Cibatu, Bojong, Sidamukti bahkan dari Kadu, Cimaningtin dan sekitarnya."
"Jambu khas ini sekarang tak begitu terdengar lagi, mungkin kalah dengan jambu merah dan jambu kristal yang banyak ditanam di daerah Cibatu Pancurendang dan sekitarnya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/para-pemain-sepakbola-Madjalengka-Voetbad.jpg)