Breaking News:

Legenda Belut Putih di Waduk Darma, Mitos atau Fakta? Tokoh Masyarakat Ungkap Begini

Misteri belut putih di perairan kawasan Objek Wisata Waduk Darma merupakan legenda yang diketahui warga turun temurun.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Suasana objek wisata Waduk Darma dilihat dari Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan, Rabu (21/12/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Misteri belut putih di perairan kawasan Objek Wisata Waduk Darma merupakan legenda yang diketahui warga turun temurun.

"Berdasarkan cerita buhun, sesepuh terdahulu sering bercerita di perairan Waduk Darma itu ada belut putih dan itu tidak mengganggu lingkungan sekitar," kata Umar Hidayat yang juga Kepala Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan, Rabu (21/12/2022).

Baca juga: Hasil Renovasi Objek Wisata Waduk Darma, Kades Sebut Belum Bisa Dinikmati saat Liburan Nataru

Kades Umar mengatakan, kawasan perairan Waduk Darma ini meliputi lahan perbatasan dengan beberapa desa di Kecamatan Darma.

Sehingga, masing - masing daerah memiliki cerita dan pengalaman berdasarkan cerita orang tua terdahulu pasti berbeda.

"Namun, adanya legenda Belut Putih itu sangat diakui warga Kecamatan Darma. Kemudian, usaha budidaya ikan keramba jaring apung itu bukan warga satu desa saja, melainkan ada pemilik itu asli warga Kecamatan Darma," katanya.

Sementara berdasarkan kabar yang beredar di masyarakat setempat, keberadaan belut putih ini bukan hanya mitos belaka, bahkan ukurannya pun dipercaya masyarakat lebih besar dari ukuran belut pada umumnya.

Entah, besarnya seukuran apa, tetapi yang beredar dari masyarakat bahwa belut itu putih ada dan besar.

Baca juga: Misteri Keanehan Ikan Dewa Jelmaan Prajurit Siliwangi di Kuningan Diungkap Tokoh Masyarakat

Dikabarkan pula, konon pernah terjadi masyarakat penasaran dengan keberadaan belut putih tersebut hingga mereka berusaha memancingnya.

Ketika itu masayarakat memancing belut putih dengan umpan seekor kerbau. Setelah lama menunggu, akhirnya belut putih itu muncul dan langsung menelan kerbau itu bulat-bulat lalu dengan cepat menghilang lagi.

Sejak kejadian itulah para masyarakat, kabarnya tidak berani lagi untuk mencari tahu belut putih.

Selain Belut Putih sebuah legenda di lingkungan masyarakat, kata Umar, di tengah perairan Waduk Darma itu terdapat Nusa dilengkapi lapak yang dikramatkan yang sebelumnya dijadikan petilasan tokoh masyarakat.

"Lapak pemakaman di Nusa Waduk Darma itu, dikenal Munjul Goong dan memiliki petilasan Syeh Abdullah," katanya. 

Menyinggug soal pembudidaya ikan, Ujar menyebut hingga sekarang ada sekitar 3800 lapak sebagai lahan usaha warga Kecamatan Darma.

"Potensi usaha budidaya ikan di Waduk Darma itu berjenis ikan mas, ikan nila. Setiap harinya, total pakan masuk ke perairan Waduk Darma itu sebanyak 10 ton dalam setiap harinya," katanya.

Manfaat lain dari perairan Waduk Darma, Umar menyebut, kandungan air Waduk Darma ini menghidupi lapisan masyarakat melalui manajemen perusahaan air minum daerah.

"Untuk air Waduk Darma ini sebagai irigasi pertanian di hilir atau wilayah timur Kuningan hingga luar daerah Kuningan. Selain itu juga, air Waduk Darma ini masuk dalam instalasi jaringan PAM Kuningan hingga masuk dan gunakan warga Kuningan sebagai kebutuhan hidup," katanya. (*)

Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved