Breaking News:

UMK Majalengka

UMK Majalengka 2023 Naik di Bawah 10 Persen, Aliansi Buruh Bersiap Rapat untuk Demo

UMK Majalengka juga mengalami kenaikan sekitar Rp 152 ribu dari tahun ini sebesar Rp 2.027.619,04 menjadi Rp 2.180.602,90.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi ribuan buruh di Majalengka, Rabu (24/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar No 561.7/Kep.776-Kesra/2022 tentang UMK Jabar 2023 menaikan rata-rata UMK sebesar 7.09 persen.

Dari 27 Kabupaten Kota di Jabar, UMK Karawang menjadi yang tertinggi, sebesar Rp 5.176.179,07 dan terendah adalah Kota Banjar Rp 1.998.119,05.

Sementara, UMK Majalengka juga mengalami kenaikan sekitar Rp 152 ribu dari tahun ini sebesar Rp 2.027.619,04 menjadi Rp 2.180.602,90.

Baca juga: UMK Majalengka 2023 Naik Jadi Rp 2.180.602, Tak Sesuai Dengan Rekomendasi

Kendati mengalami kenaikan, UMK tersebut dirasa tidak sesuai dengan rekomendasi yang telah disepakati Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Majalengka beberapa waktu lalu, yakni 10 persen.

Hal itu memicu reaksi dari para buruh di Majalengka.

Seperti halnya Ketua Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Majalengka, Maulidin yang mengaku kecewa dengan kenaikan UMK Majalengka yang hanya Rp 152 ribu atau tidak sesuai rekomendasi.

"Kecewa dengan keputusan Gubernur Jawa Barat karena berdasarkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dan inflasi tahun sekarang Jawa Barat meningkat cukup signifikan ditambah lagi kenaikan harga BBM juga harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah."

"Belum lagi, rekomendasi UMK Majalengka pun itu hasil dari sidang pleno Depekab Majalengka sesuai dengan regulasi yang ada, yaitu menggunakan Permenaker 18 tahun 2022 atau batas maksimum 10 persen," ujar Maulidin saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (9/12/2022).

Menurutnya, pemerintah provinsi harus bisa lebih jeli terhadap daerah yang tertinggal.

Sehingga, tidak terjadi disparitas upah yang terlalu jauh di Jawa Barat.

"Menurut saya kenaikan 10 persen di Kabupaten Majalengka tidak terlalu berat bagi perusahaan-perusahaan karena kalau dinominalkan itu kisaran Rp 200 ribuan lebih jadi tidak terlalu berat."

"Tetapi faktanya Pak Gubernur lebih 'nyaah' kepada para pengusaha dibanding rakyatnya sendiri jadi jelas ngapain dipilih lagi," ucapnya.

Disinggung akan kembali menggelar aksi ke jalan, Mauludin akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan para buruh yang ada di Majalengka.

"Itu (demo) akan kita rapatkan dulu bersama Aliansi Buruh Majalengka (ABM)," jelas dia.

 

Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved