Senin, 18 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kasus Brigadir J

Gelagat Putri Candrawathi Ini Bikin Curiga Ahli Forensik, Tak Berani Tatap Ferdy Sambo

Gelagat aneh Putri Candrawathi saat menjalani rekonstrksi pembunuhan Brigadir J membuat ahli forensik bingung.

Tayang:
Istimewa
Ferdy Sambo dan sang istri Putri Candrawathi menampakkan kemesraan saat proses rekonstruksi pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022) 

TRIBUNCIREBON.COM- Gelagat aneh Putri Candrawathi saat menjalani rekonstrksi pembunuhan Brigadir J membuat ahli forensik bingung.

Putri Candrawathi tak berani menatap mata suaminya, Ferdy Sambo selama proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J

Ya Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kembali bertemu dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J akhirnya terekam kamera.

Saat melakukan adegan, Putri Candrawathi menunjukkan saat dirinya menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan Brigadir J.


Ahli forensik Handoko Gani malah merasa curiga saat melihat gelagat Putri Candrawathi.

Selama rekontruksi, Ferdy Sambo terlihat tenang, sementara Putri Candrawati terlihat gelisah.

Baca juga: Terekam CCTV, Kawanan Maling Gasak Motor Karyawan Minimarket di Bongas Kulon Majalengka

Baca juga: Hanya di Adegan Ini, Penyidik Berani Panggil Ferdy Sambo Jenderal Meski Sudah Dipecat

Bahkan, tidak sekalipun menatap wajah suaminya.

Putri Candrawathi hanya tertunduk sepanjang rekontruksi.

Di satu saat, Putri terlihat menangis yang kemudian dipeluk oleh Ferdy Sambo.

Tidak diketahui apakah momen menangis Putri Candrawathi merupakan bagian dari rekontruksi atau merupakan spontanitas.

Baca juga: Kuwat Maruf Trending 2 Hari di Twitter, Ini Peran Sopir Istri Ferdy Sambo Itu Dalam Kasus Brigadir J


 
Ahli Forensik Handoko Gani mengatakan momen ini perlu diklarifikasi lagi kepada pihak berwenang yang ada di lokasi.

Apakah adegan tersebut merupakan spontanitas ataukah masuk ke dalam reka adegan.

“Kalau lihat ekspresi yang ada saat ini maka saya jadi bingung apakah keluhan itu betul-betul dasar kuat untuk seseorang lakukan dugaan pembunuhan berencana,” jelas Handoko di Kompas Tv.


Tidak menutup kemungkinan kata Ferdy Sambo, Putri Candrawathi merasa tertekan selama rekontruksi berlangsung.

Tekanan itu bisa berupa takut salah atau takut lebih memberatkan dalam kasus tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved