Breaking News:

Keraton di Cirebon

Keunikan Keraton Kanoman: Mulai Sejarah hingga Ragam Bangunan yang Ada di Dalamnya

Keraton Kanoman merupakan salah satu keraton di Cirebon yang sangat populer di masyarakat.

Editor: dedy herdiana
cirebonspiritualtourism.com via TribunnewsWiki.com
Keraton Kanoman 

TRIBUNCIREBON.COM - Keraton Kanoman merupakan salah satu keraton di Cirebon yang sangat populer di masyarakat.

Sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Cirebon yang bercirikan Islam, Keraton Kanoman memiliki banyak keunikan.

Selain sejarah pendiriannya, bangunan-bangunan yang ada di kompleks Keraton Kanoman yang berada di Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, pun banyak menjadi daya tarik pengunjung.

Baca juga: KISAH Keris Sang Hyang Naga, Pusaka Sunan Gunung Jati Terbang ke Banten, Hilang di Keraton Kasepuhan

Sejarah Keraton Kanoman

Keraton Kanoman dilansir Tribuncirebon.com dari Kemdikbud, didirikan oleh Pengeran Mohamad Badridin atau Pengeran Kertawijaya, yang bergelar Sultan Anom I, pada sekitar tahun 1510 Saka atau 1588 M.

Titimangsa ini mengacu pada prasasti berupa gambar surya sangkala dan chandra sangkala yang terdapat pada pintu Pendopo Jinem menuju ruang Prabayaksa berupa "matahari" yang berarti 1, "wayang Darma Kusuma" yang berarti 5, "bumi" yang berarti 1 dan "binatang kemangmang"yang berarti 0.

Jadi, chandra sangkala atau pertanggalan itu menunjukkan angka tahun 1510 Saka atau 1588 M.

Sementara sumber lain menyebutkan bahwa angka pembangunan Keraton Kanoman adalah bersamaan dengan pelantikan Pangeran Mohamad Badridin menjadi Sultan Kanoman dan bergelar Sultan Anom I, yang terjadi pada tahun 1678-1679 M.

Baca juga: Menyingkap Kondisi Naskah Kuno di Keraton Cirebon, Butuh Perhatian Serius

Bangunan di Keraton Kanoman

Kompleks Keraton Kanoman dilasir dari Kemdikbud, dibangun dengan arah membujur dari Utara ke Selatan. Seperti kebanyakan keraton di Jawa dan keraton- keraton di Cirebon, sebelah utara Keraton Kanoman terdapat alun-alun.

Salah satu bangunan penting yang terdapat dalam komplek Keraton Kanoman adalah Witana. Witana berasal dari kata "awit ana" yang berarti bangunan tempat tinggal pertama yang didirikan ketika membentuk Dukuh Caruban.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Cirebon adalah salah satu kota tua di Pulau Jawa.

Menurut Babad Cerbon yang diIndonesiakan oleh P. Sulaeman Sulendraningrat (1984), Cirebon bermula dari pedukuhan kecil.

Pedukuhan ini telah terbentuk sejak abad ke-15, yaitu sekitar 1 Sura 1367 Hijriah atau 1445 M, dirintis oleh Ki Gede Alang-alang dan kawan-kawan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved