Tak Ada Guru Agama Kristen Berstatus PNS, Pendeta dan Pengurus Gereja di Majalengka Temui Bupati
Sekolah-sekolah di Majalengka yang memiliki murid atau siswa beragama Kristen kekurangan guru agama Kristen berstatus PNS, hanya mengandalkan sukwan
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Menurut Rina, guru agama kristen berstatus PNS semakin habis dan tidak ada pengangkatan lagi.
Sehingga sekarang guru di beberapa sekolah mengandalkan sukwan.
Sementara, menurut Sabungan, pelajaran agama Kristen untuk SMP dan SMA dilakukan di luar jam pelajaran sekolah.
Para siswa biasa belajar awusai pulang sekolah, ada juga yang belajar di hari-hari tertentu dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional.
“Tapi semua guru ini benar-benar relawan, tidak mendapat imbalan apa pun, mereka mengabdikan diri untuk para murid dan siswa,” ucapnya.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, pihaknya akan berupaya memfasilitasi keluhan tersebut.
Agar semua murid dan siswa bisa belajar agama sesuai agama yang dianut masing-masing.
"Tentunya kami akan berupaya memfasilitasi keluhan itu," jelas Karna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/pengurus-gereja-temui-bupati-majalengka.jpg)