Mantan Bupati Kuningan Tutup Usia

SOSOK Aang Hamid Suganda, Mantan Bupati yang Dijuluki Bapak Pembangunan Kuningan, Wafat di Jakarta

Aang Hamid Suganda dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Kuningan, karena di masa pemerintahannya banyak membangun

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
H Aang Hamid Suganda, mantan Bupati Kuningan, tutup usia di Jakarta, Senin (20/6/2022). 

Untuk sektor pendidikan, pemerintah kini giat membangun gedung sekolah diseluruh pelosok Kuningan. Perbaikan itu dibarengi dengan keinginan meningkatnya kualitas pendidikan itu sendiri. Jika kualitas pendidikan bisa tercapai bukan hanya kuantitasnya saja, maka masyarakat akan menyadari betapa pentingnya pendidikan.

Begitu juga dengan sarana kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, terus menjadi perhatian pemerintah. Pembangunan puskesmas serta sarana kesehatan lainnya, telah masuk ke dalam rencana strategis (renstra) Pemkab Kuningan. Jika derajat kesehatan tinggi, maka indek pembangunan manusia (IPM) juga dipastikan meningkat.

Di bidang ekonomi pemerintah terus melakukan perubahan signifikan. Pembangunan insfrastruktur jalan sebagai salah satu penunjang perekonomian, dinilai sangat penting.

Kalau sarana jalan baik dan mulus, maka perekonomian masyarakat juga akan berjalan lancar. Masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos produksi yang mahal, karena jalannya bagus.

Pendidikan, kesehatan dan ekonomi harus dipacu pembangunannya. Masyarakat Kabupaten Kuningan bahkan menjuluki Aang dengan sebutan Aang Hotmix, karena Aang bersemangat untuk membangun infrastruktur jalan sampai ke pelosok daerah terpencil.

Jiwa dan semangat kepemimpinan Aang lebih merakyat dan terkesan enggan protokoler, membuat hubungan antara Bupati dengan masyarakat kian dekat.

Tak aneh jika kemudian tiba-tiba Aang muncul ditengah-tengah masyarakat dipelosok daerah terpencil untuk mendengar keluhan yang dialami oleh warganya tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Kehadiran seorang Bupati ditengah-tengah masyarakat tentu membangkitkan kepercayaan sekaligus semangat untuk membangun.

Konsep pemikiran Aang tentang lingkungan hidup pun sangat membumi, berawal kecintaannya terhadap lingkungan yang hijau, bersih, indah, dan lestari yang dinikmati semasa tinggal di Kota Bogor di mana memiliki Kebun Raya yang indah.

Ketika Aang menjadi Bupati mendapati Hutan & Alam Kabupaten Kuningan sudah mulai rusak oleh karena pada tahun 2004 Aang mengusulkan Hutan Gunung Ciremai menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai.

Setelah itu Aang untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di Kabupaten Kuningan kemudian Aang membangun Kebun Raya Kuningan. Aang juga telah mencanangkan Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi di mana tidak diperkenankan Industri- Industri Besar yang merusak lingkungan didirikan di Kuningan.

Untuk menggugah kepedulian masyarakat Kuningan Aang juga membuat program- program kreatif diantaranya PEPELING yaitu Pengantin Peduli Lingkungan, PEPELING diintegrasikan dengan Program KUA untuk mewajibkan Pengantin sebelum menikah diharuskan menanam pohon terlebih dahulu.

Untuk menjaga ketersediaan Pasokan Air Bersih Aang juga berhasil membangun dan merevitalisasi 37 Situ/ Embung/ Danau di Kabupaten Kuningan. Apabila daerah lain justru kehilangan situ/ danau sebaliknya dengan Kuningan justru semakin bertambah dan ditata dengan baik.

Untuk menjaga kelestarian satwa burung dan ikan khas Kuningan, Aang membuat PERDA tentang Perlindungan Satwa Burung dan Ikan di mana Burung yang ada di pohon tidak boleh diburu sembarangan menggunakan senapan dan ikan- ikan yang ada disungai tidak boleh di racun menggunakan potasium karena akan membunuh seluruh ikan termasuk anak- anaknya yang masih kecil.

Pengambilan ikan di sungai diperbolehkan dengan cara di pancing atau di jala di mana hanya ikan yang cukup besar saja yang terambil sedangkan anaknya dapat tetap hidup dan tumbuh menjadi besar.

Perda tersebut telah berhasil menjaga kelestarian burung dan ikan khas Kuningan hal itu terlihat dengan makin banyaknya kicauan burung di pohon- pohon dan populasi ikan di sungai pun makin bertambah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved