Sapi Positif PMK di Kuningan

Imbas Ada Sapi Positif PMK di Kuningan, Bupati Acep Gencar Sosialisasikan Larangan Bisnis Sapi

Munculnya kasus sapi terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat Bupati Kuningan H Acep Purnama gencar lakukan sosialisasi pelarangan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan H Acep Purnama 

Sebab muncul penyebaran PMK pada ketujuh ekor sapi, kata Rofiq mengemuka bahwa ini bukan di sebab oleh para peternak lokal. Melainkan jenis sapi yang sebelumnya di dapat dari luar daerah.

"kronologi kasus PMK pada sapi di Kuningan. Bukan dari kandang peternakan, melainkan sapi yang sebelumnya di dagangkan atau di beli dari pasar ternak di Manonjaya, Kabupaten Tasik. Lokasi pasar ternak itu sekarang sudah mendapat perhatian dari pemerintah provinsi dan pusat," katanya.

Pemenuhan waktu dalam melangsungkan karantina bagi sapi terjangkit PMK, kata di menjelaskan bahwa itu akan dilakukan selama 14 hari, sekaligus sebagai upaya pencegahan paparan terjadi pada sapi milik warga lainnya.

"Masa karantina itu 14 hari dan melihat dari penyebab gejala PMK adalah sejenis virus bernama Aphtaee epizootecae dsn penyebarannya hampir mirip dengan Covid-19 pada manusia. Namun PMK tidak menular pada manusia dan tidak menimbulkan penyakit lain pada manusia. Hal ini jauh beda dengan penyakit anthrax atau sapi gila  yang bisa menular pada manusia," ujarnya.

Potensi penyebaran PMK pada hewan ini relatif lebih cepat dan hal ini tidak beda dengan kasus Covid19 yang bisa menyebar pada lingkungan sekitar

"Untuk potensi paparan terjadi ini bisa 90-100 persen lebih cepat. Bentuk antisipasi itu harus segera dikarantina selama 14 hari dan mendapat perawatan serta pasokan pakan sehat," ujarnya.

Meski dengan kejadian demikian, kata $ofiq mengaku bahwa pengendalian penyebaran PMK terus dilakukan dengan memberikan pelayanan dan komunikasi langsung dengan para peternak langsung.

"Alhamdulillah di Kabupaten Kuningan, penyebaran PMK relatif terkendali. Sapi yang terkena itu pun bukan berasal dari Kuningan, tapi dari luar," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved