Penipuan Modus Tunjangan Purna Bakti di Majalengka, Waspada Pelaku Incar Pensiunan PNS
Ada sekelompok penipu yang mengaku dari instansi pemerintahan mengincar dana di rekening anda.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib hati-hati.
Ada sekelompok penipu yang mengaku dari instansi pemerintahan mengincar dana di rekening anda.
Seorang pensiunan ASN di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat hampir menjadi korban.
Parahnya, si penelepon itu mengaku dari pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik).
Baca juga: THR PNS Mulai Cair Jumat 22 April 2022, Tapi Mohon Maaf PNS Kategori Ini Tak Dapat
Dalam komunikasi di telepon itu, pejabat Disdik tersebut menjelaskan, pensiunan ASN tersebut akan mendapatkan tunjangan purna bakti.
Endra Adiwinata Ghofur, anak dari salah satu pensiunan ASN mengaku, ibunya sempat dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari Disdik, Jumat (22/4/2022).
Si penelepon tersebut kemudian mengarahkan agar ibunya menghubungi Kepala Disdik bernama Lilis.
“Kemarin pagi ada yang nelepon ke ibu saya, ngakunya dari Disdik. Ibu saya mantan Kepsek,” ujar Endra saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (23/4/2022).
Penelepon pertama, jelas Endra, mengaku bernama Supandi.
Baca juga: Jelang Lebaran, Warga Majalengka Diingatkan Maraknya Penipuan Online Atas Namakan Bea Cukai
Penelepon yang mengaku bernama Supandi itu kemudian mengarahkan untuk menghubungi seseorang bernama Lilis.
Adapun, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Majalengka sendiri, dipimpin oleh Lilis Yuliasih.
“Terus ibu saya nelepon ke nomer yan nama Lilis itu. Dia (Lilis) bilang, ibu saya mau dapat tunjangan purna bakti sebesar Rp 100 juta. Katanya, ditiap kecamatan dipilih 2 orang."
“Tapi ujung-ujungnya ada uang admin Rp 5 juta, minta dibayar. Ibu bilang ‘Duit dari mana kudu ada Rp 5 juta.’ Terus, penelpon ngomong ‘kalau nggak diambil mau dialihkan ke orang lain. Terus, ibu nelepon saya, nanyain soal eta,” jelas dia.
Merasa ada yang ganjil, Endra meminta agar ibunya tidak terlalu menggubris hal itu.