Breaking News:

Tercium Bau Wangi dari 8 Jasad Santri yang Meninggal dalam Kebakaran di Karawang, Ini Kata Saksi

anggota pemadam kebakaran Posko Cilamaya Wetan Fitra Adi Sutrisno saat melakukan evakuasi dalan peristiwa kebakaran menyebut jasad para santri wangi

Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Jabar/Dwiky
Suasana rumah Satria Khalifah Aryana (12) seorang santri asal Kampung Hegarmanah, Desa Purwadadi Barat, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat yang menjadi korban kebakaran di Karawang, Selasa (22/2/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNCIREBON.COM,KARAWANG- Delapan jenazah santri anak-anak dalam kebakaran maut di Pesantren Miftakhul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang mengeluarkan bau wangi.

Kisah itu pun disampaikan oleh anggota pemadam kebakaran Posko Cilamaya Wetan Fitra Adi Sutrisno saat melakukan evakuasi dalan peristiwa kebakaran.

"Entah itu bau parfum atau bukan, tetapi yang saya rasakan berbeda dengan jenazah yang terbakar seperti biasanya. Mudah-mudahan mereka ini adalah syuhada," katanya saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (23/2/2022).

Rizki, ibu dari Moreno Aditya seorang santri yang menjadi salah satu korban tewas dari delapan santri dalam kecelakaan kebakaran asrama santri Pesantren Miftahul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Senin (21/2/2022).
Rizki, ibu dari Moreno Aditya seorang santri yang menjadi salah satu korban tewas dari delapan santri dalam kecelakaan kebakaran asrama santri Pesantren Miftahul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Senin (21/2/2022). (TribunJabar.id/Cikwan Suwandi)

Fitra mengatakan, jasad delapan santri yang meninggal nampak saling berpelukan, seperti saling melindungi.

"Ada juga yang di dekat jendela, mungkin mau menyelamatkan diri (dengan mencoba membuka teralis jendela), enggak bisa karena masih kecil," katanya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Rohmat.

"Kalau cerita dari teman-teman Damkar yang bertugas, mereka mengatakan seperti itu, (baunya) itu memang enggak biasa," katanya.

Baca juga: Sehari Sebelum Meninggal Karena Kebakaran, Alif Tolak Ajakan Pulang, Ingin Khatam Al-Quran

Ia mengatakan, dalam upaya pemadaman di Pesantren Miftahul Khoirot pada Senin (21/2/2022), yakni dari Pos Cilamaya Wetan dan Telagasari.

Kemudian dibantu Damkar Pertamina.

Dalam peristiwa itu, delapan santri meninggal dunia dan dua orang mengalami luka bakar.

Mereka  yakni RA (7) asal Subang, APG (11) asal Subang, AS (7) asal Cikampek, M (12) asal Cilamaya Kulon, MR (13) asal Cilamaya, MF (7) asal Subang, MAM (12) asal Gandok Pedes, dan R asal Tegalsawah Karawang.

Sedangkan yang mengalami luka bakar yakni MA dan K.

Baca juga: Satria Khalifah Aryana Santri Korban Kebakaran di Karawang Terjebak Api Saat Selamatkan Temannya

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved