Sehari Sebelum Meninggal Karena Kebakaran, Alif Tolak Ajakan Pulang, Ingin Khatam Al-Quran
Satria Khalifah Aryana (12) santri asal Kabupaten Subang menjadi korban insiden kebakaran di Ponpes Miftahul Khoirot Karawang.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.
TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Satria Khalifah Aryana (12) santri asal Kabupaten Subang menjadi korban insiden kebakaran di Ponpes Miftahul Khoirot Karawang.
Alif sapaan akrabnya diketahui sempat diajak pulang oleh saudaranya yang masih satu Ponpes pada Minggu (19/2/2022) kemarin.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Toni Suryana ayah dari Alif.
"Ceritanya bibi dari anak saya kesana terus ngajak anak saya, tapi tumben biasanya tidak mau malah kalau gak diajak pulang suka nangis," ucap Toni kepada TribunJabar.id di rumah duka yang berada di Kampung Hegarmanah, Desa Purwadadi Barat, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (22/2/2022).
Akan tetapi, pada saat itu, kata Toni, anaknya tersebut menolak ajakan pulang dari sang bibi dengan alasan ingin membereskan terlebih dahulu untuk khatam Al-Quran.

"Kalau kemarin mah dia diajak pulang bareng tidak mau karena alasannya mau membereskan khatam Quran serta mengaji gitu," katanya.
Sementara itu, Toni juga mengungkapkan bahwa anaknya menjadi salah satu korban meninggal dunia akibat insiden kebakaran Ponpes tersebut.
"Tidak menyangka, waktu saya lihat daftar nama-nama korban nama anak saya ada di bawah, saya langsung ke Ponpes terus anak saya ada di RSUD Karawang," kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, delapan santri meninggal dunia akibat insiden kebakaran di Pondok Pesantren Miftahul Khoirot pada Senin (21/2/2022) sore kemarin.
Sementara itu, dari delapan korban tewas tiga diantaranya merupakan warga dari Kabupaten Subang.
Dua orang korban santri asal Subang lainnya atas nama Riyan Aditya (7) dan Azka Fairul Gupron (11).