Begini Pengakuan Kerabat Unung Soal Pengasuhan Bayi, Tak Pernah Memaksa dan Bantah Tuntut Rp 25 Juta

Pihak kerabat yang sempat membawa dan mengasuh bayi anak kandung Unung Siti Zaenab (43) mengklaim sebelumnya ada kesepakatan pengalihan hak asuh

Editor: dedy herdiana
Tribun jabar/ firman suryaman
Momen Unung (43) mendapatkan kembali bayi yang dua bulan lalu dilahirkannya dan langsung terpisah lantaran dibawa kerabat untuk diasuh. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Pihak kerabat yang sempat membawa dan mengasuh bayi anak kandung Unung Siti Zaenab (43) mengklaim sebelumnya ada kesepakatan pengalihan hak asuh.

"Sejak bayi dalam kandungan sudah ada pembicaraan mengenai hak asuh," kata Aang, suami yang selama ini merawat secara baik bayi bersama istrinya, Dina, seusai menyerahkan bayi di rumahnya di Cipancur, Desa Cisaruni, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (17/2) siang.

Aang menyebutkan, dirinya selama ini pun tidak pernah memaksa membawa bayi yang dilahirkan Unung Siti Zaenab tersebut.

"Makanya, ketika dua minggu bayi itu kami rawat dan ada keinginan dari Unung untuk merawat sendiri bayinya, kami tidak keberatan," ujar Aang.

Momen Unung (43) mendapatkan kembali bayi yang dua bulan lalu dilahirkannya dan langsung terpisah lantaran dibawa kerabat untuk diasuh.
Momen Unung (43) mendapatkan kembali bayi yang dua bulan lalu dilahirkannya dan langsung terpisah lantaran dibawa kerabat untuk diasuh. (Tribun jabar/ firman suryaman)

Baca juga: Tangis Unung Pecah, Sang Bayi Tampak Tersenyum Saat Ada di Pangkuan Ibunya, Setelah Terpisah 2 Bulan

Namun, lanjut Aang, perkembangan berikutnya tidak ada lagi ucapan keinginan itu. Tidak ada tindak lanjut.

Kemudian saat ini kembali muncul keinginan tersebut. Pihak keluarga pun, kata Aang, bersikap terbuka.

Terkait adanya tuntutan ganti rugi biaya perawatan yang mencapai Rp 25,3 juta, Aang membantahnya.

"Tidak sebesar itu. Kami tidak tahu dari mana angka itu. Kami hanya menyodorkan Rp 17,3 juta dan itu ada hitungannya," ujar Aang.

Setelah kini bayi akhirnya diserahkan kepada Unung, keluarga Aang bersikap berbesar hati.

"Ya mau bagaimana lagi. Tapi kami masih terbuka jika seandainya ke depan, kami dipercaya merawat dan mengasuh bayi itu, kami terbuka," kata Aang.

Sementara itu sebelumnya, Unung Siti Zaenab (43), ibu kandung bayi baru dua bulan dilahirkannya dan dibawa kerabatnya untuk diasuh, menegaskan takada niatan memberikan darah dagingnya kepada siapa pun.

"Saya tidak pernah membuat kesepakatan apa-apa. Kalau pun menandatangan sebuah surat, itu dilakukan karena saya sedang lemah baru sehari melahirkan," kata Unung, di kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (17/2).

Unung menegaskan, walau pun ia bersama suaminya memiliki kehidupan yang sederhana, namun masih mampu merawat dan mengasuh si bungsu yang baru berusia dua bulan itu.

"Sekemampuan kami akan mengurus dan merawat darah daging kami dengan sebaik mungkin penuh kasih sayang," kata Unung.

Baca juga: DERITA Sang Ibu di Tasik, Bayi yang Dilahirkan Dipinjam Kerabat, Saat Diambil Harus Bayar Rp 25 Juta

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved