PPKM Level 3 Bandung Raya, Ganjil Genap Kembali Diterapkan di Lima Titik Ini

Imbas penerapan kembali PPKM level 3 di Bandung Raya, sistem ganjil-genap kembali diberlakukan di lima gerbang tol pintu masuk Kota Bandung.

Tribun Jabar
ILUSTRASI GANJIL GENAP 

TRIBUNCIREBON.COM- Imbas penerapan kembali PPKM level 3 di Bandung Raya, sistem ganjil-genap kembali diberlakukan di lima gerbang tol pintu masuk Kota Bandung.

Sistem ganjil genap diterapkan di Gerbang Tol Pasteur, Gerbang Tol Pasirkoja, Gerbang Tol Moh Toha, Gerbang Tol Kopo, dan Gerbang Tol Buahbatu.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan kebijakan ini terpaksa kembali diambil untuk mengendalikan mobilitas masyarakat di Kota Bandung.

Baca juga: Aturan PPKM Level 3 Berubah, Shalat Jumat di Masjid Masih Diperbolehkan Asal Patuhi Syarat Ini

Namun, kata Ema Sumarna, sistem ini belum mereka terapkan setiap hari, melainkan hanya pada akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Dengan kebijakan ini, kata Ema, pergerakan wisatawan yang masuk ke Kota Bandung terutama di akhir pekan diharapkan dapat dibatasi.

"Jadi, kunjungan tetap dilonggarkan, tapi jangan sampai masyarakat luar nantinya menyebarkan (virus Covid-19)," kata Ema di Balai Kota Bandung, Rabu (9/2/2022).

Selain memberlakukan ganjil genap, Pemerintah Kota Bandung juga akan melakukan tes usap Covid-19 acak di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti mal, tempat wisata, hotel, kafe dan pusat perbelanjaan.

"Jadi tes (swab) bukan hanya di tempat penyelengara pendidikan saja," ucapnya.

Ema mengatakan, penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bandung pada saat ini memang sudah terbilang tinggi, mendekati ambang batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Sebelum Mencuri di Toko Emas, Gerombolan Perampok Ini Berdoa Bersama Dulu dan Latihan Pakai Senpi

 
WHO menetapkan ambang batas minimal angka positivity rate Covid-19 adalah tidak lebih dari 5 persen.

Saat ini, kata Ema, angka konfirmasi aktif Covid-19 di Kota Bandung telah mencapai angka 2.420 kasus.

"Kenaikan angka kasus harian juga sudah tidak lagi satuan atau puluhan, tapi sudah ratusan. Satu hari kemarin sampai 500 kasus. Jadi kumulatif kita sudah di angka 4 persen yang kita ketahui bersama WHO menetapkan ambang batas 5 persen," kata Ema.

Menyikapi lompatan kasus yang masuk kategori super cepat ini, kata Ema, langkah antisipasi tentu mereka lakukan.

Terlebih, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit juga sudah kembali menjadi 30 persen. Padahal, 2 bulan lalu yang masih di bawah 5 persen.

Untuk mempercepat penanganan, kata Ema, aparat kewilayahan harus lebih aktif di lingkungannya masing-masing.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved