SOSOK Luh Hesti Ranitasari Anggota DPRD Buleleng yang Dinikahi Anak Penjual Es Campur, Ini Profilnya
Inilah sosok Anggota DPRD Buleleng Luh Hesti Ranitasari yang dinikahi anak penjual es campur, Letkol Teguh Dwi Raharja.
"Saya pertama kali bertemu Rani di rumah makan Padang depan Pasar Banyuasri Buleleng, pada saat makan siang.
Tapi sebelumnya teman Forkopimda Buleleng, guyon banyak yang menjodohakan cocok katanya dengan Bu Rani," bebernya.
4. Sering kerja sama
Luh Rani yang menjabat Ketua Komisi IV DPRD sering ada kerjasama dengan Yonif Raider 900/SBW dalam berbagai pekerjaan dan tugas sebagai Forkopimda Buleleng.
"Tapi sebelumnya saya belum pernah ketemu. Komandan kompi saya laporan ke saya bahwa ada ketua komisi IV sering membantu di kompi.
Saya mengucapkan terima kasih. Saya belum tahu siapa Ketua Komisi IV. Saya telepon Bu Rani dan Bu Rani menyambut baik, bilang selamat datang Pak Danyon di Buleleng," ucapnya.
"Dari situ kemudian say hello lewat telepon. Setelah ketemuan di warung nasi padang itu semakin intens lalu janjian ketemuan jalan hingga kini memutuskan menikah," kata dia.
5. Istri pertama meninggal
Teguh ditinggal mendiang istri yang meninggal dunia seusai melahirkan anak pertama mereka satu tahun silam.
Sebagaimana nama yang diberikan orangtuanya, ia selalu berusaha teguh menghadapi hidup.
"Saya sebelumnya sudah pernah menikah, 16 tahun menikah dikaruniai anak, istri hamil, anak saya lahir istri saya meninggal, Maret 2021 lalu.
Saya ada anak satu. Kalau Bu Rani juga menikah 4 tahun, janda 15 tahun yang lalu dikaruniai dua anak putra dan putri," ujarnya.
6. PDKT 6 bulan
Letkol Teguh menjalin hubungan lebih intens pendekatan dengan Luh Rani sekitar 6 bulan dan langsung memantapkan hati untuk melamar menjadi istri.
"PDKT sekitar 6 bulan, langsung saya tembak. Tunangan, langsung menikah hari ini," ujarnya dengan senyum bahagia didampingi sang istri.
Teguh sejatinya belum ingin memikirkan soal jodoh karena anak masih balita, namun setelah Rani berkunjung dan bertemu kedua orangtuanya, Teguh mendapatkan gambaran dari kedua orangtua bahwa Rani orang yang tepat.
"Dulu dikasih gambaran orangtua. Orangtua bilang setelah bertemu dengan Rani main ke rumah bertemu anak.
Tadinya saya masih biasa saja. Orangtua saya yang menguatkan. Biasanya anak saya sulit sama orang, tapi sama Bu Rani anak saya ketemu langsung minta gendong. Kami kaget, kok langsung mau dekat sama orang," ujarnya.
Menurut orangtua Teguh, sosok Rani memiliki sikap yang baik, meskipun Teguh awalnya masih menahan diri, namun hatinya luluh mendengar sebuah pesan dari ibunya.
"Setelah bertemu dengan Bu Rani, ibu saya bercerita bahwa Rani sosok yang tepat dan baik. Dan yang bikin saya trenyuh adalah sebuah pesan ibu tentang anak saya.
Akhirnya saya berdoa, salat tahajud memohon petunjuk. Dan akhirnya memantapkan diri untuk menikahi Bu Rani," ucap perwira menengah TNI alumnus Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Merdeka Malang dan lulusan S2 di Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi itu.
(Tribun Bali/ian/sur | Surya.co.id/Putra Dewangga Candra Seta)