Ini Racikan Damkar Kuningan untuk Mengusir Monyet Liar, Ternyata Bahan Alami Tersedia di Rumah
Ini racikan dari bahan alami yang dibuat oleh UPT Damkar Kuningan untuk mengusir monyet liar.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ini racikan rahasia dari bahan alami yang dibuat oleh UPT Damkar Kuningan untuk mengusir monyet liar. Beberapa hari terakhir ini, petugas disibukkan dengan kasus kawanan monyet liar yang merusak fasilitas sekolah.
Apa bahan alami yang dipakai Damkar? Ternyata adonan itu berbahan baku terasi dan kapur barus.
"Betul, untuk media adonan dsri terasi dan kapur barus. Ini pertama kali lakukan sebagai media pengusir monyet liar di Kuningan," ungkap Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi saat memberikan keterangan kepada Tribuncirebon.com, Kamis (20/1/2022).
Baca juga: Diduga Penyebab Monyet Liar Serang Permukiman dan Rusak Sekolah di Garawangi Karena Hal Ini
Baca juga: Atap Kelas, Komputer, Meja dan Kursi Madrasah Ibtidaiyah Dirusak Kawanan Monyet Liar di Kuningan
Menurut Khadafi, referensi bahan baku rumah tangga hingga dijadikan media pengusiran monyet ini banyak ditemukan di internet dan berdasarkan pengalaman teman petugas Damkar di luar Kuningan.
"Oh, bisanya kami gunakan terasi dan kapur barus untuk mengusir monyet liar. Ini kami dapat referensi dari internet dan teman pemadam kebakaran di daerah Kalimantan dan Sumatera juga banyak kasih pengalaman untuk mengusir monyet liar. Dan jujur, ini pertama kali kami lakukan di Kuningan," katanya.
Berdasarkan pengetahuan lain, kata Khadafi, hewan primata ini tidak suka terhadap bau kurang sedap. Sehingga bahan baku kedua itu menjadi media pengusiran hewan liar tersebut.
"Ya setelah kami cari informasi dan referensi, monyet memang tidak suka pada bau bau begitu. Jadi kami lakukan ini di daerah sekitar sekolah MI Guppi ini," katanya.
Berita sebelumnya, bangunan dan ruang belajar sekolah d Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kuningan alami rusak parah. Hal itu terlihat bak kapal pecah yang di sebabkan kerusakan parah pada sejumlah meubeler di lembaga pendidikan tersebut.
Djaja (43) salah seorang warga setempat menyebut bahwa kerusakan terjadi di akibatkan oleh keberadaan hewan liar di lingkungan sekitar. "Untuk kerusakan dalam kelas dan ruang lain, itu di sebabkan oleh monyet. Monyet merusak itu lebih dari satu ekor yang masuk ke dalam ruangan di sekolah tersebut," kata kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).
Tindakan anarkis yang di lakukan kawan monyet, kata Djaja mengaku baru pertama kali terjadi pada sejumlah fasilitas pendidikan di daerahnya. Sebab sebelumnya, kawanan monyet berdatangan di atas bangunan sekolah saja.
"Kalau soal perusakan oleh monyet, saya baru tahu. Tetapi kalau banyak monyet dan sering bermain di atas bangunan sekolah itu sudah sering saya lihat," katanya.
Terpisah Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi mengklaim telah menerima informasi dan keluhan dari warga sekitar. Terlebih dengan aksi kawanan monyet liar hingga melakukan perusakan sejumlah fasilitas pendidikan.
"Soal laporan ada kawanan monyet hingga merusak meja, kursi dan perlengkapan lain di sekolah di Desa Purwasari. Saya sudah terima laporannya dan itu benar terjadi," katanya.
Dari kejadian demikian, Khadafi bareng petugas damkar lainnya itu langsung terjun ke lokasi dan melakukan perburuan. "Dari laporan tadi, kami ke lokasi dan melaksanakan perburuan. Namun hingga menunggu sekitar dua jam lebih, hewan liar itu tidak muncul - muncul," katanya.