Breaking News:

Pernyataan Mengejutkan Wagub Jabar Soal Kasus Penganiayaan Giat Pramuka di Ciamis, Begini Katanya

Namun pernyataan mengejutkan justru datang dari Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap jangan sampai ada yang menjadi tersangka.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Andri M Dani
Keberadaan Pasukan Tongkat Sangga Penegas Ambalan Ciungwanara SMAN 1 Ciamis saat menyambut kedatangan Wagub Jabar H Uu Ruzhanul Ulum di SMAN 1 Ciamis Sabtu (15/1) siang. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Andi M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi pada kegiatan eskul kepramukaan SMAN 1 Ciamis kini sudah bergulir ke ranah hukum.

Namun pernyataan mengejutkan justru datang dari Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap jangan sampai ada yang menjadi tersangka.

“Tak perlu ada yang menjadi tersangka. Selesaikan secara damai. Dan yang paling penting kasus serupa jangan terulang kembali,” ujar Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum kepada Tribun dan wartawan lainnya usai bersilaturahmi dengan keluarga besar SMAN 1 Ciamis.

Selain itu Uu juga mengunjungi rumah E, salah seorang siswa korban penganiayaan kegiatan eskul kepramukaan.

Keberadaan Pasukan Tongkat Sangga Penegas Ambalan Ciungwanara SMAN 1 Ciamis saat menyambut kedatangan Wagub Jabar H Uu Ruzhanul Ulum di SMAN 1 Ciamis Sabtu (15/1) siang.
Keberadaan Pasukan Tongkat Sangga Penegas Ambalan Ciungwanara SMAN 1 Ciamis saat menyambut kedatangan Wagub Jabar H Uu Ruzhanul Ulum di SMAN 1 Ciamis Sabtu (15/1) siang. (Tribunjabar.id/Andri M Dani)

Setelah mendapat informasi langsung dari Kepala SMAN 1 Ciamis, pejabat KCD XIII Disdik Jabar dan pengakuan dari E sendiri, menurut Pak Uu (Wagub Jabar H Uu Ruzhanul Ulum) bahwa pelaku dan korban aksi kekerasan pada saat latihan yang disebut Lingkaran Setan tersebut adalah sesama peserta latihan sendiri.

“Mereka saling pukul, saling tempeleng. Salah satu cara untuk memilih siapa yang akan menjadi ketua sangga. Yang tentu menimbulkan rasa sakit. Menimbulkan lebam. Bahkan ada yang sampai terpaksa dirawat di rumah sakit,” katanya.

Dan ternyata kegiatan tersebut menurut Pak Uu terjadi di luar sekolah, tanpa izin dan tanpa sepengetahuan sekolah.

“Seperti yang diceritakan tadi  ada 19 siswa yang saling pukul dan saling tempeleng,” ujar Pak Uu.

Setelah kejadian tersebut mencuat, heboh dan viral di medsos, katanya tak perlu ada yang lepas tanggung jawab dan mengaku tidak tahu menahu.

Baca juga: Korban Lingkaran Setan Perpeloncoan Pramuka SMAN 1 Ciamis Berjumlah 18 Siswa, Ini Kata Polda Jabar

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved